budaya

Rabab Pasisia, Warisan Seni Tutur Minangkabau yang Terus Bergema dari Pesisir Selatan

Jumat, 5 Juni 2026 | 09:51 WIB
Seorang seniman Rabab Pasisia membawakan dendang dan kaba, melestarikan warisan budaya Minangkabau yang telah hidup turun-temurun di Pesisir Selatan, Sumatera Barat. (Foto: Ilustrasi/Suarominang.co)

PESISIR SELATAN – Suarominang.co - Di tengah arus modernisasi dan gempuran budaya populer, kesenian tradisional Rabab Pasisia tetap bertahan sebagai salah satu identitas budaya masyarakat Minangkabau, khususnya di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Kesenian ini tidak hanya menghadirkan alunan musik yang khas, tetapi juga menjadi media penyampaian cerita rakyat, petuah adat, serta nilai-nilai kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun. 

Rabab Pasisia merupakan seni pertunjukan yang memadukan permainan alat musik rabab dengan dendang atau nyanyian yang berisi kaba (cerita rakyat). Melalui lantunan suara yang mendayu-dayu, para pemain rabab mengisahkan berbagai cerita tentang kehidupan masyarakat, perjuangan, cinta, hingga pesan moral yang sarat makna. 

Dalam tradisi masyarakat Pesisir Selatan, pertunjukan Rabab Pasisia sering hadir dalam berbagai acara adat, pesta pernikahan, dan perayaan masyarakat. Kesenian ini menjadi sarana hiburan sekaligus media pendidikan budaya yang memperkuat jati diri masyarakat Minangkabau.

Sejarah Rabab Pasisia memiliki hubungan erat dengan tradisi lisan Minangkabau. Sebelum memasuki cerita utama, pemain biasanya membawakan dendang Sikambang sebagai pembuka untuk membangun suasana dan mengantarkan pendengar memasuki alur cerita yang akan disampaikan. Tradisi ini telah berkembang selama ratusan tahun dan menjadi bagian penting dari khazanah budaya Minangkabau. 

Namun, keberadaan Rabab Pasisia saat ini menghadapi tantangan serius. Berkurangnya jumlah seniman muda yang menekuni kesenian tradisional dan perubahan pola hiburan masyarakat menjadi ancaman bagi kelestariannya. Karena itu, berbagai pihak terus mendorong upaya pelestarian melalui pendidikan budaya, festival seni, hingga pembinaan komunitas seni tradisional. 

Rabab Pasisia bukan sekadar pertunjukan musik, melainkan cerminan sejarah, kearifan lokal, dan identitas masyarakat Minangkabau yang harus terus dijaga agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

"Selama dendang Rabab Pasisia masih berkumandang, selama itu pula cerita, adat, dan nilai kehidupan masyarakat Minangkabau akan terus diwariskan kepada generasi berikutnya."

Terkini