Rabu, 3 Juni 2026

Wali Kota Payakumbuh Tinjau Banjir dan Longsor, Zulmaeta Instruksikan Penanganan Cepat dan Pencegahan Maksimal

Photo Author
Administrator, SuaroMinang.co
- Jumat, 15 Mei 2026 | 09:44 WIB

PAYAKUMBUH — Cuaca ekstrem yang melanda Kota Payakumbuh dalam beberapa hari terakhir memicu banjir dan longsor di sejumlah titik. Menanggapi kondisi tersebut, Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, turun langsung ke lokasi terdampak untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat, Rabu (13/05/2026).

Langkah cepat ini menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kota Payakumbuh dalam menghadapi dampak bencana alam yang dipicu curah hujan tinggi. Selain memantau kondisi lapangan, Zulmaeta juga berdialog langsung dengan warga untuk mendengar kebutuhan mendesak yang harus segera ditangani.

Wali Kota Payakumbuh Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor


Dalam kunjungan tersebut, Zulmaeta mendatangi dua titik terdampak paling parah, yakni Perumahan Padang Karambia Sejahtera di Kelurahan Koto Tuo Limo Kampuang dan SDN 40 Tanjung Godang.

Di lokasi pertama, banjir merendam sejumlah rumah warga akibat meluapnya aliran air setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Sementara itu, di area SDN 40 Tanjung Godang, longsor menyebabkan kerusakan pada beberapa bagian lingkungan sekolah dan mengganggu aktivitas belajar.

Zulmaeta meninjau langsung kondisi bangunan, drainase, hingga akses jalan yang terdampak. Ia juga meminta laporan detail dari perangkat daerah terkait agar proses penanganan tidak berjalan lambat.

Selain itu, warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai keluhan, mulai dari saluran air yang tersumbat hingga kekhawatiran terhadap potensi banjir susulan jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Instruksi Tegas untuk OPD dan Tim Penanganan Bencana


Saat berada di lapangan, Zulmaeta langsung memberikan arahan kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar bergerak cepat menangani dampak banjir dan longsor.

Ia meminta seluruh pihak terkait segera melakukan pendataan kerusakan, membersihkan material longsor, memperbaiki fasilitas umum, serta mempercepat pemulihan lingkungan warga.

Menurutnya, penanganan bencana tidak boleh berjalan lamban karena masyarakat membutuhkan solusi nyata dalam waktu cepat.

“Kita harus bergerak cepat dan terkoordinasi. Penanganan harus tepat sasaran agar masyarakat segera merasakan manfaatnya,” tegas Zulmaeta di sela peninjauan.

Tidak hanya fokus pada penanganan darurat, ia juga menekankan pentingnya langkah pencegahan jangka panjang. Pemerintah Kota Payakumbuh, kata dia, harus memperkuat sistem mitigasi bencana agar risiko serupa dapat ditekan di masa mendatang.

Cuaca Ekstrem Jadi Perhatian Serius Pemko Payakumbuh


Curah hujan tinggi yang terus terjadi belakangan ini membuat pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan. Kondisi cuaca yang tidak menentu dinilai berpotensi memicu banjir, longsor, hingga pohon tumbang di beberapa wilayah rawan.

Karena itu, Zulmaeta meminta seluruh instansi terkait memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana susulan.

Ia juga mengingatkan pentingnya pemetaan wilayah rawan banjir dan longsor agar proses penanganan dapat dilakukan lebih cepat ketika kondisi darurat terjadi.

Selain itu, pemerintah daerah akan mengevaluasi sistem drainase di sejumlah kawasan yang kerap mengalami genangan air. Langkah ini penting untuk mengurangi risiko banjir saat hujan deras kembali melanda.

Masyarakat Diminta Aktif Jaga Lingkungan


Dalam kesempatan tersebut, Zulmaeta turut mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, terutama saluran drainase dan aliran sungai kecil di sekitar permukiman.

Menurutnya, sampah yang menumpuk di saluran air sering menjadi penyebab utama banjir saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

Karena itu, ia meminta warga memperkuat budaya gotong royong demi menjaga lingkungan tetap bersih dan aman dari ancaman banjir.

Ajakan tersebut mendapat respons positif dari warga. Banyak masyarakat berharap pemerintah dan warga dapat bekerja sama agar persoalan banjir tidak terus berulang setiap musim hujan tiba.

Selain menjaga lingkungan, masyarakat juga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Warga diimbau segera melapor kepada pihak berwenang jika menemukan tanda-tanda longsor atau peningkatan debit air yang membahayakan.

Sejumlah Pejabat Dampingi Peninjauan Lapangan


Peninjauan lapangan itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Rida Ananda, Kalaksa BPBD Devitra, Kepala Dinas PUPR Muslim, Kepala Satpol PP dan Damkar Dewi Novita, Kepala Dinas Pendidikan Nalfira, Camat Payakumbuh Selatan Dewi Mulia, serta para lurah dari wilayah terdampak.

Kehadiran jajaran pemerintah daerah menunjukkan komitmen serius dalam menangani dampak bencana secara menyeluruh. Pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga menyiapkan langkah pemulihan dan pencegahan jangka panjang.

Kolaborasi lintas OPD diharapkan mampu mempercepat proses normalisasi wilayah terdampak sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Di sisi lain, masyarakat berharap pemerintah segera merealisasikan perbaikan infrastruktur, terutama drainase dan jalur air, agar banjir tidak terus mengancam permukiman warga setiap kali hujan deras turun.

Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi berubah ekstrem, Pemerintah Kota Payakumbuh memastikan seluruh tim tetap siaga untuk menghadapi kemungkinan bencana susulan.

 




Pantau terus berita terbaru, informasi akurat, dan perkembangan terkini hanya di SUAROMINANG.CO. Jangan lewatkan update penting setiap harinya untuk tetap terinpirasi dan terinformasi.

Editor : Putra Piasaulu
Sumber : Humas Pemko Payakumbuh

 

 

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X