Sumbar, suarominang.co - Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah Sumatera Barat (Sumbar) pada Sabtu (11/5/2024) dan Minggu (12/5/2024) telah menelan banyak korban jiwa. Hingga Kamis (16/5/2024), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia mencapai 67 orang, dengan 20 orang masih dalam pencarian.
Selain korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan 44 orang mengalami luka-luka dan 989 keluarga mengungsi. Petugas SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang hilang.
Banjir bandang di Sumbar disebabkan oleh hujan lebat dan meluapnya aliran sungai yang sebagian besar berhulu di Gunung Marapi. Hujan deras di sekitar puncak gunung membawa material vulkanik dan menjadi lahar dingin, memperparah dampak banjir.
Pemerintah telah mengerahkan berbagai pihak untuk membantu para korban, termasuk dengan menyediakan bantuan logistik dan tempat pengungsian. Upaya pencarian dan penyelamatan korban juga masih terus dilakukan.