sumbar

Pembinaan Ideologi Pancasila 2025: Sumatera Barat Raih Skor Tertinggi Nasional

Jumat, 16 Januari 2026 | 09:15 WIB
Pembinaan Ideologi Pancasila 2025: Sumatera Barat Raih Skor Tertinggi Nasional


JAKARTA - Provinsi Sumatera Barat kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Berdasarkan hasil Tes Pembinaan Ideologi Pancasila Tahun 2025 yang dirilis oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Sumatera Barat berhasil meraih nilai tertinggi dibandingkan seluruh provinsi di Indonesia. Capaian ini menempatkan Sumbar sebagai provinsi dengan kualitas pembinaan ideologi Pancasila terbaik secara nasional pada tahun tersebut.

Pengumuman hasil penilaian itu disampaikan secara resmi oleh Kepala BPIP, Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D, dalam kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pembentukan dan Pembukaan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2026.

Rakornas tersebut berlangsung di Jakarta pada Kamis, 15 Januari 2026, dan dihadiri oleh para kepala daerah serta pemangku kepentingan dari seluruh Indonesia.b

Dalam sambutannya, Kepala BPIP menekankan bahwa keberhasilan pembinaan ideologi Pancasila tidak terlepas dari peran aktif pemerintah daerah. Ia menyebut Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota sebagai ujung tombak dalam proses pembentukan karakter kebangsaan masyarakat.

Menurutnya, Kesbangpol memiliki tanggung jawab strategis mulai dari perencanaan program, proses seleksi, hingga pembinaan berkelanjutan yang adaptif terhadap tantangan zaman.

“Pemerintah daerah memiliki peran yang sangat menentukan dalam memastikan nilai-nilai Pancasila tidak hanya dipahami, tetapi juga dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” ujar Yudian Wahyudi di hadapan peserta Rakornas.

Berdasarkan hasil tes yang dilakukan BPIP, Provinsi Sumatera Barat mencatat skor tertinggi dengan nilai 80,41.

Posisi tersebut disusul oleh Provinsi Jawa Timur dengan skor 79,38, Bali 79,17, Kalimantan Utara 77,75, Sulawesi Barat 76,19, Kalimantan Timur 75,67, Lampung 73,18, Sulawesi Tengah 72,91, Riau 72,60, dan Sulawesi Selatan dengan skor 71,96.

Sepuluh provinsi ini dinilai berhasil menunjukkan kinerja terbaik dalam pembinaan ideologi Pancasila sepanjang tahun 2025.

Atas capaian tersebut, Kepala BPIP menyampaikan apresiasi kepada para kepala daerah dari sepuluh provinsi dengan nilai tertinggi. Ia berharap keberhasilan ini dapat menjadi contoh sekaligus pemicu semangat bagi daerah lain untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan ideologi Pancasila di wilayah masing-masing.(PTR)

Menanggapi prestasi yang diraih Sumatera Barat, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah yang turut hadir dalam Rakornas tersebut menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif dan sinergi lintas sektor.

“Alhamdulillah, capaian ini patut kita syukuri bersama. Prestasi ini bukan hasil kerja individu atau satu lembaga saja, melainkan buah dari sinergi pemerintah daerah, Kesbangpol, serta dukungan masyarakat Sumatera Barat dalam menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila,” kata Mahyeldi.

Menurut Mahyeldi, nilai-nilai Pancasila sejatinya telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Minangkabau. Hal tersebut tercermin dalam falsafah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah yang menjadi pedoman hidup masyarakat Sumatera Barat sejak lama. Nilai kebersamaan, musyawarah, keadilan, dan religiusitas dinilai sejalan dengan prinsip-prinsip Pancasila.

Ia menambahkan bahwa tugas pemerintah daerah adalah memastikan nilai-nilai luhur tersebut terus dirawat dan diperkuat, terutama di kalangan generasi muda. Pembinaan ideologi Pancasila harus dilakukan secara berkelanjutan agar mampu menjawab tantangan sosial dan budaya di era modern.

“Dengan kebersamaan dan komitmen yang kuat, kita optimistis Pancasila akan tetap menjadi pedoman dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” tambahnya.

Mahyeldi berharap prestasi ini tidak membuat Sumatera Barat berpuas diri, melainkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan ideologi Pancasila ke depan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan ketahanan sosial di tengah dinamika bangsa yang terus berkembang.

Rakornas Pembentukan dan Pembukaan Paskibraka Tahun 2026 tersebut dihadiri oleh para gubernur, bupati, dan wali kota dari seluruh Indonesia, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik dari berbagai daerah. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi nasional dalam pembinaan ideologi Pancasila dan pembentukan karakter generasi penerus bangsa.(PTR)

Tags

Terkini