sumbar

Dugaan Premanisme di Lembah Anai Tuai Kecaman, Keamanan Jalan Raya Sumbar Dipertanyakan

Kamis, 21 Mei 2026 | 23:11 WIB

PADANG, suarominang.co — Dugaan aksi premanisme terhadap rombongan mahasiswa Universitas Andalas (Unand) di kawasan Silaiang, Lembah Anai, Sumatera Barat, memicu kecaman publik. Insiden yang viral di media sosial itu dinilai mencoreng citra Sumatera Barat sebagai daerah tujuan wisata dan wilayah yang menjunjung tinggi nilai adat serta keramahan.

Berdasarkan video yang beredar, rombongan empat bus mahasiswa disebut dihentikan oleh sejumlah orang saat melintasi jalur tersebut pada malam hari. Dalam video itu, para sopir diduga dimintai sejumlah uang dengan dalih “uang portal” agar kendaraan besar dapat melintas.

Informasi yang beredar menyebutkan sempat terjadi negosiasi antara pihak rombongan dengan oknum di lokasi, hingga akhirnya disebut ada pembayaran ratusan ribu rupiah per bus agar perjalanan dapat dilanjutkan. Hingga kabar ini ramai diperbincangkan, belum ada keterangan resmi lengkap dari aparat terkait mengenai kronologi dan penindakan terhadap dugaan kejadian tersebut.

Peristiwa ini memunculkan pertanyaan serius terkait keamanan pengguna jalan di Sumatera Barat, khususnya di jalur-jalur strategis yang kerap dilalui masyarakat dan wisatawan. Jika praktik semacam ini benar terjadi dan dibiarkan, maka hal itu berpotensi menimbulkan rasa takut, merusak kepercayaan publik, dan mencederai nama baik daerah.

Premanisme dalam bentuk apa pun tidak boleh mendapat ruang. Jalan umum adalah fasilitas publik yang harus aman bagi seluruh warga tanpa intimidasi ataupun pungutan liar oleh pihak yang tidak berwenang. Aparat penegak hukum bersama pemerintah daerah didorong segera turun tangan untuk mengusut dugaan kejadian ini secara transparan.

Masyarakat tentu berharap Sumatera Barat tetap dikenal karena budaya, keindahan alam, dan keramahannya—bukan karena cerita intimidasi di jalan raya. Penegakan hukum yang tegas menjadi kunci agar kejadian serupa tidak terulang.

Terkini