SUAROMINANG.CO – AGAM/TANAH DATAR – Gunung Marapi yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali mengalami erupsi pada Sabtu pagi. Letusan tersebut menghasilkan kolom abu vulkanik yang terpantau mencapai sekitar 2.000 meter di atas puncak gunung.
Berdasarkan laporan pemantauan aktivitas vulkanik, kolom abu terlihat berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong mengarah ke sisi barat. Erupsi ini menambah catatan aktivitas vulkanik Gunung Marapi yang dalam beberapa waktu terakhir masih menunjukkan peningkatan kegempaan dan aktivitas permukaan.
Meski kembali meletus, status aktivitas Gunung Marapi saat ini masih berada pada Level II (Waspada). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap perkembangan aktivitas gunung api tersebut.
PVMBG mengimbau masyarakat, pendaki, maupun wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat kawah aktif Verbeek. Pada sektor tertentu, zona yang harus dihindari dapat mencapai radius 3,5 kilometer sesuai kondisi aktivitas gunung.
Selain itu, warga yang bermukim di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Masyarakat juga disarankan menggunakan masker atau pelindung pernapasan ketika beraktivitas di luar rumah apabila terjadi hujan abu vulkanik guna mengurangi risiko gangguan kesehatan.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus berkoordinasi untuk memastikan kondisi masyarakat di sekitar kawasan Gunung Marapi tetap aman dan mendapatkan informasi terkini mengenai perkembangan aktivitas vulkanik tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat erupsi yang terjadi pada Sabtu pagi tersebut.