Rabu, 3 Juni 2026

Rahasia Motor Matic Tetap Awet: Jangan Abaikan Oli dan CVT, Ini Panduan Lengkapnya

Photo Author
Rizaldi Chan, SuaroMinang.co
- Rabu, 6 Mei 2026 | 18:49 WIB

suarominang.co - Motor matic menjadi pilihan banyak pengendara karena praktis dan nyaman digunakan sehari-hari. Namun, tanpa perawatan rutin, performa motor bisa cepat menurun, mulai dari tarikan terasa berat hingga risiko mogok di jalan.

Agar motor matic tetap awet dan nyaman dipakai dalam jangka panjang, pemilik kendaraan wajib memperhatikan beberapa komponen penting, terutama sistem CVT dan pelumasan mesin.

Salah satu langkah paling penting adalah rutin mengganti oli mesin setiap 1.500 hingga 2.000 kilometer atau maksimal tiga bulan sekali. Penggantian oli secara teratur membantu menjaga suhu mesin tetap stabil dan mengurangi gesekan antar komponen.

Selain oli mesin, oli gardan atau oli transmisi juga tidak boleh diabaikan. Oli gardan disarankan diganti setiap 5.000 kilometer atau sekitar dua kali pergantian oli mesin agar sistem transmisi tetap halus dan tidak cepat aus.

Perawatan CVT juga menjadi kunci utama menjaga performa motor matic. Area CVT, termasuk roller dan v-belt, perlu dibersihkan secara berkala setiap 6.000 kilometer atau sekitar tiga bulan sekali. Jika dibiarkan kotor, tarikan motor bisa terasa berat dan v-belt berisiko putus saat digunakan.

Sebelum motor digunakan, pemilik juga dianjurkan memanaskan mesin selama 5 hingga 10 menit di pagi hari. Kebiasaan sederhana ini membantu sirkulasi oli lebih optimal sekaligus menjaga kondisi mesin tetap prima. Saat pertama kali menyalakan motor, penggunaan kick starter juga dianjurkan untuk mengurangi beban aki.

Penggunaan bahan bakar berkualitas turut memengaruhi usia mesin motor matic. BBM dengan oktan sesuai spesifikasi mesin seperti Pertalite atau Pertamax dapat membantu menjaga sistem injeksi tetap bersih dan mencegah kerusakan pada ruang bakar.

Pengendara juga sebaiknya tidak membiarkan tangki bensin terlalu kosong. Kebiasaan membiarkan indikator bensin berada di posisi “E” dapat mempercepat kerusakan fuel pump, terutama pada motor injeksi.

Selain itu, kondisi aki dan busi wajib diperiksa secara rutin. Aki yang mulai lemah biasanya ditandai lampu redup dan starter terasa berat. Sementara busi yang kotor dapat membuat mesin sulit dihidupkan dan konsumsi BBM menjadi boros.

Cara berkendara juga memengaruhi keawetan motor matic. Menggeber gas secara mendadak atau melepas gas tiba-tiba dapat mempercepat kerusakan v-belt dan komponen CVT lainnya.

Untuk menjaga kenyamanan berkendara, oli shockbreaker depan juga disarankan diganti setiap 10.000 kilometer agar suspensi tetap empuk dan stabil di berbagai kondisi jalan.

Dengan melakukan perawatan rutin dan berkendara secara bijak, motor matic dapat tetap bertenaga, irit, serta lebih tahan lama meski digunakan setiap hari.

Editor: Rizaldi Chan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

X