OTOMOTIF - Di tengah makin tingginya ketertarikan akan kendaraan plug-in hybrid (PHEV) dan upaya efisiensi mobilitas jangka panjang, muncul pengujian nyata dari mobil Geely Starray EM-i yang menunjukkan bahwa klaim sang produsen bukan sekadar angka di atas kertas.
Setelah menempuh jalur menantang dengan berbagai kondisi medan, mobil ini berhasil mengukir jarak tempuh hingga 1.001,3 km hanya dengan sekali pengisian penuh — bahan bakar dan baterai.
Tantangan Rute dan Kondisi Uji
Pengujian dilakukan dengan memilih rute non-standar dan menantang: dari titik awal menuju Yogyakarta melalui jalur selatan Pulau Jawa yang dikenal memiliki kontur jalan yang sangat beragam — tanjakan panjang, turunan curam, tikungan tajam, serta lalu lintas yang tidak bisa diprediksi sebelumnya.
Dengan memilih rute ini, penguji ingin memastikan bahwa performa dan efisiensi yang diklaim oleh pabrikan benar-benar dapat dipertanggungjawabkan dalam situasi nyata.
Sebelum berangkat, semua kondisi kendaraan dipastikan dalam keadaan optimal: tangki bensin mobil berkapasitas 51 liter diisi penuh, baterai berkapasitas 18,4 kWh pun dipenuhi daya listrik.
Mobil ini ditenagai mesin bensin 1,5 liter (4-silinder) dengan tenaga 98 hp dan torsi 125 Nm, dipadukan dengan motor listrik 214 hp dan torsi 262 Nm. Kombinasi ini memungkinkan sistem plug-in hybrid EM-i untuk berjalan dengan dua sumber tenaga sekaligus.
Selama pengujian, pengemudian berlangsung dengan gaya alami — bukan memakai strategi ultra-hemat energi atau mengorbankan kenyamanan: AC tetap aktif, kecepatan normal (tidak melaju lambat secara paksa), dan mode berkendara dipilih “Hybrid” yang memungkinkan kombinasi mesin dan motor listrik berjalan secara seimbang.
Tersedia dua mode lain yaitu “Pure” (listrik murni) serta “Power” (maksimal performa) — namun penguji memilih mode Hybrid untuk keseimbangan efisiensi dan kenyamanan.
Motor Listrik Dominasinya
Di segmen tol dan saat kondisi baterai masih tinggi, motor listrik mendominasi penggerakan kendaraan dan memberikan pengalaman berkendara yang sangat responsif.
Akselerasi dan manuver terasa ringan, respons motor listrik spontan. Saat mendekati Bandung, mesin konvensional mulai terdengar menyala halus dalam kabin — tanda bahwa daya baterai mulai tipis dan mesin bensin mulai mengambil alih, sekaligus mengisi kembali energinya berkat sistem regenerative braking yang aktif memanen energi saat pengereman dan turunan.
Saat mencapai wilayah Cileunyi, pantauan menunjukkan jarak tempuh 166 km dengan status baterai sudah 25%, tapi bahan bakar masih penuh (100%). Ini menunjukkan bahwa sistem listrik bekerja sangat efisien di bagian awal perjalanan.
Menjelajah Jalur Non-Tol: Uji Tantangan Nyata
Setelah tol, rute dilanjut pada jalan nasional non-tol yang kondisi lalu lintasnya padat, jalan sempit, bergelombang, dan tanjakan terjal. Di sinilah performa mesin bensin mulai mendapat porsi lebih besar.
Meski demikian, pengemudi mencatat bahwa karakter pengendaraan tetap sangat menyenangkan: respons kemudi baik, body roll minim, dan posisi duduk tinggi membuat visibilitas luas. Suspensi, meski terasa agak kaku di awal, terbukti memberikan kenyamanan yang cukup saat melewati jalan rusak atau polisi tidur.
Dari Purwokerto menuju Yogyakarta melalui jalur pantai selatan Jawa dan melewati bukit di Cilacap, mobil menunjukkan bahwa ia mampu menggeser antara mode listrik dan mesin dengan mulus serta memanfaatkan fitur regenerative braking secara optimal di turunan dan tanjakan.
Saat tiba di Yogyakarta, jarak tempuh telah mencapai 630,5 km dengan baterai tersisa 17% dan bahan bakar 55%. Prediksi daya jelajah tersisa masih sekitar 480 km — meskipun belum mencapai angka 1.000 km, catatan ini sudah sangat menggembirakan bagi sebuah SUV PHEV dalam kondisi nyata.
Mencapai Target: Melampaui 1.000 km
Untuk mencapai target 1.000 km lebih, pengujian dilanjutkan kembali melalui jalur tol untuk efisiensi tinggi dan kecepatan stabil. Mode Hybrid kembali menunjukkan kemampuannya dalam menjaga konsumsi bahan bakar tetap rendah meski kondisi jalan dan kecepatan tinggi.
Fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) juga digunakan — seperti Adaptive/Intelligent Cruise Control dan Lane Keeping Assist — yang membantu pengemudi tetap fokus dan menghemat energi selama perjalanan panjang. Kendaraan dilengkapi 14 fitur ADAS.
Setibanya di Rest Area Tol Trans Jawa KM 260B, odometer menunjukkan jarak tempuh 1.001,3 km dengan daya jelajah tersisa sekitar 40 km. Konsumsi bahan bakar rata-rata tercatat 21,7 km/liter — angka yang sangat impresif untuk sebuah SUV bertenaga dan berukuran besar seperti ini.
Biaya yang dikeluarkan hanya sekitar Rp 670 ribuan (bensin Rp 622 ribu + listrik Rp 50 ribu) — bukti bahwa mobil ini tidak hanya efisien, tetapi benar-benar ekonomis untuk perjalanan jarak jauh.
Spesifikasi Singkat & Fitur Unggulan
Berikut ringkasan spesifikasi utama Geely Starray EM-i:
- Mesin bensin 1.498 cc, 4-silinder, tenaga 98 hp dan torsi 125 Nm.
- Motor listrik sekitar 214 hp (atau 160 kW) dan torsi 262 Nm
- Baterai berkapasitas 18,4 kWh.
- Jarak tempuh gabungan (bensin + listrik) hingga 1.000+ km (klaim) dan efisiensi bahan bakar hingga 83 km/l berbasis NEDC.
- Dimensi: panjang 4.740 mm, lebar 1.905 mm, tinggi 1.685 mm, wheelbase 2.777 mm.
- Platform GEA (Global Intelligent New Energy Architecture) dan sistem EM-i super hybrid.
- Fitur ADAS lengkap, mode berkendara (Pure, Hybrid, Power), pengisian cepat DC, serta sistem regenerative braking.
Implikasi untuk Pasar Indonesia
Pengujian ini menunjukkan bahwa Geely Starray EM-i bukan hanya sekadar PHEV dengan klaim marketing, tetapi memiliki performa nyata yang dapat diandalkan untuk perjalanan jarak jauh di kondisi Indonesia yang bervariasi. Dengan tol, non-tol, tanjakan, turunan, dan lalu lintas padat — mobil ini berhasil menunjukkan jarak tempuh dan efisiensi yang sangat kompetitif.
Bagi calon pembeli di Indonesia, kendaraan ini menawarkan nilai tambah besar:
- Kemampuan jelajah jauh tanpa sering isi ulang, cocok untuk perjalanan antar kota.
- Biaya operasional yang rendah dibandingkan SUV konvensional bensin murni.
- Kombinasi performa dan kenyamanan — mesin listrik memberikan akselerasi halus, mesin bensin memberikan “back-up” bila baterai menipis.
- Fitur teknologi modern (ADAS, mode berkendara, sistem hybrid) yang makin banyak dicari konsumen.
- Eco-friendly dan efisien — menjadi salah satu pilihan untuk mobilitas masa depan dengan jejak karbon lebih rendah.
Catatan & Tips Sebelum Membeli
- Meski hasil pengujian sangat menggembirakan, calon pembeli sebaiknya mempertimbangkan beberapa hal:
- Hasil sebenarnya bisa berbeda tergantung kondisi jalan, gaya berkendara, dan cuaca. (Contoh pengujian memakai gaya normal tanpa ultra-hemat).
- Ketersediaan dan jaringan pengisian listrik (jika menggunakan mode listrik) di wilayah Anda.
- Biaya servis, ketersediaan suku cadang, dan nilai jual kembali — aspek penting untuk kendaraan baru dengan teknologi hybrid.
Pastikan kondisi baterai dan sistem hybrid dipahami — meskipun teknologi sudah mumpuni, pemakaian dan perawatan yang tepat tetap menentukan performa jangka panjang.
Pertimbangkan pula aspek pajak, asuransi, dan potensi insentif (jika ada) untuk kendaraan PHEV di wilayah Anda.
Geely Starray EM-i telah menunjukkan bahwa ia pantas disebut Range King PHEV dengan bukti nyata tempuh lebih dari 1.000 km dalam satu kali isi.
Bukan sekadar klaim, data pengujian menegaskan bahwa kombinasi teknologi hybrid EM-i, motor listrik responsif, baterai 18,4 kWh, mesin bensin efisien, dan platform GEA benar-benar menciptakan SUV masa depan yang siap pakai untuk perjalanan jauh dan mobilitas sehari-hari.
Bagi Anda yang mencari SUV plug-in hybrid di Indonesia dengan performa, efisiensi, dan teknologi tinggi — Starray EM-i layak dipertimbangkan. Pastikan untuk test drive, cek jaringan layanan, dan pertimbangkan kebutuhan perjalanan Anda agar investasi mobil ini memberikan manfaat maksimal.