otomotif

Ferrari Luce Jadi Sasaran Kritik, Lamborghini Sindir Mobil Listrik Pertama Rivalnya

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:50 WIB
Ferrari Luce Jadi Sasaran Kritik, Lamborghini Sindir Mobil Listrik Pertama Rivalnya

JAKARTA – Ferrari kembali menjadi sorotan setelah meluncurkan mobil listrik pertamanya yang diberi nama Ferrari Luce. Namun, peluncuran kendaraan yang diharapkan menjadi simbol era baru Ferrari justru memunculkan gelombang kritik dari berbagai kalangan industri otomotif.

Ferrari Luce Kembali Memicu Perdebatan di Dunia Otomotif


Alih-alih menuai pujian, Ferrari Luce mendapat banyak komentar negatif terkait desain dan konsep yang diusungnya. Sejumlah pengamat otomotif menilai mobil tersebut kehilangan karakter khas Ferrari yang selama puluhan tahun menjadi identitas kuat pabrikan asal Maranello, Italia.

Kontroversi itu semakin memanas ketika rival lamanya, Lamborghini, ikut memberikan tanggapan yang dianggap sebagai sindiran halus namun tajam terhadap Ferrari.

Desain Ferrari Luce Dinilai Kehilangan Jati Diri


Sejak pertama kali diperkenalkan kepada publik, Ferrari Luce langsung memancing diskusi luas di berbagai media otomotif internasional.

Mobil listrik empat pintu yang dibekali empat motor listrik tersebut menawarkan pendekatan desain yang berbeda dibandingkan model Ferrari sebelumnya. Namun, perubahan besar itu justru menjadi sumber kritik.

Banyak pecinta otomotif menilai desain Ferrari Luce terlihat membingungkan. Sebagian menyebut tampilannya terlalu modern, sementara yang lain menganggapnya terlalu generik dan tidak memiliki ciri khas yang kuat.

Bahkan, beberapa penggemar Ferrari mengaku kesulitan menemukan DNA desain yang selama ini membuat merek Kuda Jingkrak begitu istimewa di mata para kolektor dan pecinta mobil sport.

Meskipun Ferrari mencoba menjelaskan filosofi desain yang mereka gunakan, respons negatif tetap mendominasi berbagai forum otomotif dan media sosial.

Lamborghini Gunakan Momen untuk Menyindir Rival


Di tengah derasnya kritik terhadap Ferrari Luce, CEO Lamborghini, Stephan Winkelmann, memberikan pernyataan yang langsung menarik perhatian publik.

Meski tidak menyebut nama Ferrari secara langsung, banyak pihak menilai komentarnya mengarah pada kontroversi yang sedang melanda Ferrari Luce.

Winkelmann mengisyaratkan bahwa respons negatif pasar terhadap mobil listrik Ferrari menunjukkan pentingnya memahami kebutuhan konsumen sebelum mengambil keputusan besar dalam pengembangan produk.

Menurutnya, setiap produsen otomotif harus mampu membaca kondisi pasar dan mendengarkan keinginan pelanggan. Ia menegaskan bahwa inovasi memang penting, tetapi perusahaan tidak bisa memaksakan teknologi tertentu jika konsumen belum benar-benar menginginkannya.

Pernyataan tersebut langsung dianggap sebagai sindiran terhadap strategi Ferrari yang memilih meluncurkan kendaraan listrik penuh di tengah pasar mobil mewah yang masih didominasi mesin pembakaran internal dan teknologi hybrid.

Lamborghini Hentikan Proyek Mobil Listrik Lanzador


Komentar Winkelmann tidak muncul tanpa alasan. Sebelumnya, Lamborghini telah mengambil keputusan besar dengan menghentikan proyek kendaraan listrik mereka yang bernama Lanzador.

Lamborghini pertama kali memperkenalkan konsep Lanzador pada tahun 2023 sebagai gambaran mobil listrik masa depan perusahaan. Saat itu, produsen supercar asal Italia tersebut menargetkan peluncuran versi produksi pada tahun 2028.

Namun, situasi pasar berubah cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Lamborghini, minat pelanggan terhadap kendaraan listrik premium ternyata jauh lebih rendah dari perkiraan awal. Banyak konsumen setia mereka masih menginginkan sensasi berkendara yang hanya bisa diberikan oleh mesin konvensional atau setidaknya teknologi hybrid.

Karena alasan itu, Lamborghini memilih menghentikan proyek Lanzador dan mengalihkan fokus ke pengembangan kendaraan hybrid berperforma tinggi.

Lamborghini Tetap Percaya pada Teknologi Hybrid


Selain membatalkan Lanzador, Lamborghini juga mengubah rencana elektrifikasi untuk salah satu model paling sukses mereka, yakni Urus.

Awalnya, perusahaan sempat mempertimbangkan untuk mengubah generasi berikutnya dari SUV mewah tersebut menjadi kendaraan listrik penuh. Namun, hasil evaluasi pasar membuat Lamborghini mengambil arah berbeda.

Kini, generasi kedua Urus diproyeksikan tetap menggunakan teknologi plug-in hybrid. Model tersebut diperkirakan akan meluncur menjelang akhir dekade ini.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa Lamborghini lebih memilih strategi transisi bertahap dibandingkan langsung beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik.

Menurut perusahaan, pendekatan hybrid mampu memberikan keseimbangan antara performa tinggi, efisiensi energi, dan pengalaman berkendara yang masih sesuai dengan ekspektasi pelanggan.

Tren Pasar Mobil Listrik Mulai Berubah


Keputusan Lamborghini ternyata bukan kasus yang berdiri sendiri. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah produsen otomotif global juga melakukan evaluasi ulang terhadap strategi kendaraan listrik mereka.

Beberapa perusahaan besar bahkan memutuskan untuk menghentikan atau menunda sejumlah proyek EV karena pertumbuhan pasar tidak secepat yang diperkirakan sebelumnya.

Ford dan Honda termasuk di antara pabrikan yang mengambil langkah serupa. Keduanya mengurangi atau membatalkan beberapa program kendaraan listrik demi menyesuaikan investasi dengan kondisi pasar terkini.

Sementara itu, beberapa produsen lain memilih memperpanjang masa penggunaan teknologi hybrid sebagai solusi transisi menuju elektrifikasi penuh.

Perubahan strategi tersebut menunjukkan bahwa industri otomotif global sedang memasuki fase penyesuaian baru. Produsen kini tidak hanya fokus pada inovasi teknologi, tetapi juga berusaha memastikan produk yang mereka kembangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Masa Depan Ferrari Luce Masih Menjadi Tanda Tanya


Di tengah kritik yang terus berdatangan, Ferrari tetap optimistis terhadap masa depan Luce. Perusahaan percaya mobil listrik pertamanya mampu menarik kelompok konsumen baru yang lebih peduli terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan.

Namun, tantangan yang dihadapi Ferrari tidak bisa dianggap ringan. Selain harus membuktikan performa dan kualitas produknya, mereka juga perlu meyakinkan para penggemar setia bahwa Ferrari Luce tetap membawa semangat dan karakter yang selama ini menjadi identitas merek tersebut.

Kini, perhatian dunia otomotif tertuju pada bagaimana pasar akan merespons Ferrari Luce dalam beberapa tahun ke depan. Apakah mobil listrik ini akan menjadi tonggak sukses baru bagi Ferrari, atau justru menjadi contoh sulitnya mengubah tradisi panjang sebuah merek legendaris menuju era elektrifikasi.

 

 




Pantau terus berita terbaru, informasi akurat, dan perkembangan terkini hanya di SUAROMINANG.CO. Jangan lewatkan update penting setiap harinya untuk tetap terinspirasi dan terinformasi.

Editor : Putra Piasaulu
Sumber : Jawapos

Tags

Terkini