suarominang.co, PADANG - Sumatera Barat adalah salah satu Provinsi dengan kultur yang kuat dengan adat Minangkabau yang terus terjaga hingga saat ini, dengan falsafah "Adek Basandi Sarak, Sarak Basandi Kitabullah" yang turun temurun terus dijaga dan menjadi aturan tetap di dalam Minangkabau.
Saat ini Sumatera Barat memasuki masa tahun politik yang merupakan satu rangkaian Pemilihan Kepala Daerah khususnya untuk calon Gubernur Sumatera Barat.
Dengan Luas Provinsi Sumatera Barat sekitar 42.297,30 kilometer persegi atau 4.229.730 hektare. Luas ini mencakup sekitar 391 pulau besar dan kecil di sekitarnya. Provinsi Sumatera Barat terdiri dari 12 kabupaten, 7 kota madya, 179 kecamatan, 230 kelurahan, dan 1.044 desa.
Berikut adalah luas wilayah beberapa kota di Sumatera Barat: Kota Padang: 694,337 kilometer persegi, Kota Solok: 58,720 kilometer persegi, Kota Sawahlunto: 231,945 kilometer persegi.
Dengan Demikian tentu dibutuhkan sosok pemimpin yang cakap dalam mengatur tata pemerintahan yang dan tata kelola untuk menjadikan Sumatera Barat sebagai Provinsi yang maju dan berkembang.
Sejalan dengan hal ini sosok yang tepat untuk memimpin Provinsi Sumatera Barat tak lain dan tak bukan adalah H. Mahyeldi Ansharullah, S.P disapa akrab dengan panggilan Buya Mahyeldi.
Bilau adalah sosok yang cakap dan telah memiliki pengalaman kepemimpinan baik sebagai Walikota Padang dan juga Gubernur Sumatera Barat.
Saat ini Buya Mahyeldi kembali mencalonkan diri sebagai Gubernur Sumatera Barat untuk periode keduanya, dan akan melanjutkan program kerja yang telah di buat sebelumnya.
Dari Podcast yang diselenggarakan oleh SUAROMINANG.CO pada Jum'at (25/10/2024) tepatnya pada pukul 20.00 Wib, Buya Mahyeldi menyampaikan bahwa benar beliau pernah menjadi Garin Masjid pada masa mudanya dan mendedikasikan dirinya untuk menjaga dan merawat Masjid di tempatnya Tinggal.
Hal ini menjadi satu nilai tambah yang baik bagi Buya Mahyeldi, dan juga menjadi titik awal untuk lebih dekat dengan masyarakat, termasuk keperduliannya terhadap perkembangan dan pembangunan Provinsi Sumatera Barat.
Mengutip dari podcast di channel youtube suarominang Buya Mahyeldi menjelaskan ingin melanjutkan program yang telah di susun pada periode pertamanya bertugas selama 3 tahun 7 bulan, dan saat ini cuti sebagai Gubenur Sumatera Barat, disebabkan kembali maju sebagai calon Gubernur Sumatera Barat.
"Sumatera Barat adalah satu dari lima provinsi yang memiliki ketahanan pangan terbaik se-Indonesia, dan juga menghadirkan nilai tukar petani Sumbar di atas rata-rata nasional. Serta capaian IPM (Index Pembangunan Manusia) nomor enam di Indonesia." jelas Buya Mahyeldi.
"Selain dari itu Sumbar juga berhasil menekan angka kemiskinan menjadi 4 % dan pengangguran juga di telah berhasil di turunkan dari tahun ke tahun, dengan kondisi pertumbuhan ekonomi yang tidak tinggi, namun gini ratio Sumbar nomor 3 terbaik di Indonesia pada tahun 2023." Tambahnya.
Selain dari itu Buya Mahyeldi juga menyadari peningkatan pada capaian keberhasilan ini di dorong dengan konsen kegiatan pertanian yang mencapai kurang lebih sekitar 57% yang ada di Sumatera Barat, hal ini juga ditandai dengan aktivitas masyarakat Sumatera Barat di awali dari Nagari/Desa.
Selain itu Sumbar juga mendapat penghargaan-penghargaan dari Kementerian, yang sejalan dengan semangat Presiden Prabowo yang baru dilantik meyakini bahwa Indonesia akan menjadi negara dengan tingkat ketahanan pangan terbaik di dunia.