Rabu, 3 Juni 2026

Pemko Batam Perkuat Sinkronisasi Data Penduduk untuk Dukung Pendidikan dan Dunia Kerja

Photo Author
Rizaldi Chan, SuaroMinang.co
- Kamis, 7 Mei 2026 | 14:30 WIB

BATAM, suarominang.co – Pemerintah Kota Batam terus melakukan pembenahan dan sinkronisasi data kependudukan guna meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran, terutama pada sektor pendidikan dan ketenagakerjaan.

Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan bahwa data kependudukan yang akurat menjadi dasar penting dalam menentukan arah kebijakan pembangunan daerah.

Hal tersebut disampaikannya saat memimpin rapat koordinasi lanjutan sinkronisasi data kependudukan di Kantor BP Batam, Jumat malam (24/4/2026).

Menurutnya, sinkronisasi data tidak hanya berkaitan dengan administrasi semata, tetapi juga berfungsi untuk memetakan kebutuhan riil masyarakat, termasuk kondisi tenaga kerja dan kebutuhan pendidikan di Kota Batam.

Pemko Batam sebelumnya telah melakukan pendataan awal berbasis RT dan RW di setiap kecamatan untuk memperkuat pelayanan publik. Namun dalam pelaksanaannya masih ditemukan sejumlah ketidaksesuaian data, seperti warga yang pindah domisili tetapi belum memperbarui identitas, data kematian yang belum tercatat, hingga mobilitas penduduk antarwilayah yang belum terdata secara optimal.

Berdasarkan data konsolidasi bersih semester II tahun 2025 dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, jumlah penduduk Batam tercatat mencapai 1.394.459 jiwa. Meski demikian, pemerintah menilai data tersebut masih perlu disempurnakan agar sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

Di sektor ketenagakerjaan, Pemko Batam juga menyoroti dinamika komposisi tenaga kerja yang ada saat ini. Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, jumlah pekerja ber-KTP luar Batam mencapai 199.473 jiwa, sedangkan tenaga kerja ber-KTP Batam sebanyak 177.830 jiwa.

Pemerintah daerah menilai kondisi tersebut perlu dikelola secara bijak agar keseimbangan pasar tenaga kerja tetap terjaga serta peluang kerja bagi masyarakat lokal tetap terbuka.

Li Claudia menjelaskan bahwa data kependudukan yang valid sangat penting untuk menyusun kebijakan jangka panjang, mulai dari kebutuhan fasilitas pendidikan hingga kesiapan tenaga kerja di masa depan.

Menurutnya, data kelahiran yang akurat dapat digunakan untuk menghitung kebutuhan ruang kelas, sekolah, hingga proyeksi kebutuhan dunia kerja di masa mendatang.

Ia juga mendorong seluruh perangkat daerah untuk memperkuat kolaborasi dalam penataan data agar kebijakan dan penganggaran pemerintah dapat lebih tepat sasaran dan benar-benar memberi dampak bagi masyarakat.

Sebagai langkah lanjutan, Pemko Batam akan memperkuat pengendalian arus masuk penduduk secara terukur melalui pemantauan di sejumlah pintu masuk utama, seperti Pelabuhan Batu Ampar dan Sekupang, guna memetakan mobilitas penduduk serta menjaga stabilitas ketenagakerjaan di Batam.

Editor: Rizaldi Chan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

DPR Jangan Cuci Tangan dalam Polemik MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 00:16 WIB
X