Rabu, 3 Juni 2026

Batam Tumbuh Pesat, Tapi PR Dasar Kota Tak Kunjung Tuntas

Photo Author
Rizaldi Chan, SuaroMinang.co
- Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:26 WIB

Batam, suarominang.co – Di tengah geliat pembangunan dan citra Batam sebagai kota industri serta investasi, berbagai persoalan mendasar yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat justru masih belum terselesaikan hingga kini. Kondisi ini memunculkan kritik terhadap Pemerintah Kota Batam yang dinilai belum maksimal menuntaskan persoalan klasik yang terus berulang dari tahun ke tahun.

Salah satu persoalan yang paling mudah ditemui adalah tumpukan sampah di pinggir jalan di sejumlah titik kota. Pemandangan ini tidak hanya merusak estetika kota, tetapi juga menimbulkan bau tak sedap, potensi penyakit, serta mencerminkan lemahnya pengelolaan kebersihan perkotaan.

Selain itu, banjir yang kerap terjadi meski hujan hanya berlangsung singkat juga menjadi keluhan rutin warga. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar terkait kualitas sistem drainase kota yang seharusnya mampu mengantisipasi genangan, terutama di wilayah yang telah padat pembangunan.

Persoalan lain yang tak kalah mencolok adalah keberadaan rumah liar (ruli) di pinggir jalan utama, yang dinilai membuat wajah kota terlihat semrawut dan kumuh. Di satu sisi, persoalan ini menyangkut kebutuhan tempat tinggal masyarakat berpenghasilan rendah, namun di sisi lain menunjukkan belum adanya solusi penataan permukiman yang menyeluruh dan manusiawi.

Di sektor pendidikan, kekurangan ruang kelas atau lokal sekolah setiap tahun ajaran baru terus menjadi momok bagi orang tua. Fenomena berebut kursi sekolah negeri hampir selalu terjadi, menandakan pembangunan infrastruktur pendidikan belum sebanding dengan pertumbuhan penduduk Batam yang terus meningkat.

Masalah kebutuhan dasar lainnya adalah krisis air bersih di sejumlah perumahan, di mana warga masih mengeluhkan distribusi air yang tidak lancar. Ironisnya, Batam sebagai kota besar masih sangat bergantung pada tampungan air hujan melalui waduk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Ketika curah hujan menurun, ancaman krisis air pun kembali menghantui.

Melihat berbagai persoalan tersebut, masyarakat menilai pembangunan Batam selama ini masih terlalu fokus pada proyek fisik tertentu, sementara kebutuhan dasar warga belum sepenuhnya terjamin. Pemerintah Kota Batam dituntut tidak hanya mengejar citra kota modern, tetapi juga memastikan persoalan mendasar seperti sampah, banjir, pendidikan, permukiman, dan air bersih benar-benar mendapat solusi nyata.

Batam memang terus berkembang, namun pertanyaan besarnya adalah: apakah pembangunan yang berjalan sudah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat?

Editor: Rizaldi Chan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

DPR Jangan Cuci Tangan dalam Polemik MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 00:16 WIB
X