Rabu, 3 Juni 2026

JEJAK SEJARAH: SYEKH AHMAD KHATIB AL-MINANGKABAWI, ULAMA SUMATERA BARAT YANG MENJADI IMAM BESAR MASJIDIL HARAM

Photo Author
Rizaldi Chan, SuaroMinang.co
- Jumat, 22 Mei 2026 | 10:30 WIB
JEJAK SEJARAH: SYEKH AHMAD KHATIB AL-MINANGKABAWI, ULAMA SUMATERA BARAT YANG MENJADI IMAM BESAR MASJIDIL HARAM
JEJAK SEJARAH: SYEKH AHMAD KHATIB AL-MINANGKABAWI, ULAMA SUMATERA BARAT YANG MENJADI IMAM BESAR MASJIDIL HARAM

MAKKAH, SUAROMINANG.CO  — Nama Minangkabau di ranah internasional tidak dapat dilepaskan dari sosok legendaris Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi. Ulama besar asal Koto Tuo, Agam, Sumatera Barat ini mencatatkan namanya dalam sejarah emas peradaban Islam sebagai salah satu dari sedikit ulama non-Arab yang berhasil menduduki posisi paling terhormat di Tanah Suci, yaitu menjadi Imam Besar, Khatib, dan Mufti Mazhab Syafi'i di Masjidil Haram, Makkah.

Lahir pada 26 Mei 1860, pemilik nama lengkap Ahmad bin Abdul Lathif al-Minangkabawi ini berangkat ke Makkah sejak usia muda untuk menimba ilmu agama.


Kecerdasan dan kedalaman ilmu fikih, falak, hisab, serta aljabar yang dimilikinya segera menarik perhatian para ulama besar di Arab Saudi.


Keberhasilannya menjadi Imam Besar di Masjidil Haram didorong oleh keluasan ilmunya yang diakui langsung oleh penguasa Makkah saat itu. Kedudukan ini tergolong sangat langka bagi ulama yang bukan berasal dari garis keturunan Arab.


Selama mengabdi di jantung dunia Islam, beliau juga bertindak sebagai guru besar tempat berkumpulnya para penuntut ilmu dari seluruh penjuru dunia.


Dari balik pilar-pilar Masjidil Haram, Syekh Ahmad Khatib berhasil mendidik generasi emas yang kelak menjadi tokoh-tokoh pergerakan nasional dan pendiri organisasi Islam terbesar di Indonesia. Beberapa murid langsungnya yang paling berpengaruh antara lain:




    • KH Hasyim Asy'ari (Pendiri Nahdlatul Ulama)

    • KH Ahmad Dahlan (Pendiri Muhammadiyah)

    • Syekh Sulaiman Ar-Rasuli (Pendiri PERTI)





Meski menghabiskan sisa hidupnya di Makkah hingga wafat pada 13 Maret 1916, ia tetap menaruh perhatian besar pada tanah kelahirannya di Minangkabau, termasuk mengkritisi sistem adat demi kemaslahatan masyarakat.


Namanya kini diabadikan sebagai bentuk penghormatan tinggi pada kompleks Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Sumatera Barat di Kota Padang. Karyanya yang meluas dan murid-muridnya yang tersebar luas tetap menjadi pelita dakwah yang terus hidup di Indonesia hingga hari ini.

Editor: Rizaldi Chan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X