tokoh

Morgan Stanley Ungkap Prospek Emas Global: Siap Melonjak hingga US$4.800

Jumat, 24 April 2026 | 16:01 WIB
Morgan Stanley Ungkap Prospek Emas Global: Siap Melonjak hingga US$4.800

JAKARTA – Bank investasi global Morgan Stanley memperkirakan harga emas dunia akan terus menanjak hingga tahun 2026. Lembaga ini bahkan menargetkan potensi harga mencapai US$4.500 per ons troi pada pertengahan 2026.

Proyeksi Kuat: Emas Menuju Rekor Baru


Proyeksi tersebut muncul seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Kondisi ini mendorong investor beralih ke aset yang lebih aman. Emas pun kembali menguat sebagai pilihan utama.

Selain itu, Morgan Stanley juga menyusun skenario optimistis. Dalam kondisi tersebut, harga emas bisa bergerak lebih tinggi, yakni di kisaran US$4.400 hingga US$4.800 per ons.

Faktor Pendorong: Dari Suku Bunga hingga Geopolitik


Sejumlah faktor utama mendorong tren kenaikan harga emas. Pertama, pelemahan dolar AS membuat emas menjadi lebih menarik bagi investor global. Kedua, bank sentral di berbagai negara mulai menurunkan suku bunga, sehingga imbal hasil aset lain ikut melemah.

Di sisi lain, bank sentral dunia terus meningkatkan pembelian emas. Langkah ini memperkuat cadangan sekaligus mengurangi ketergantungan pada dolar AS.

Kemudian, arus dana ke ETF berbasis emas juga meningkat. Investor institusi memanfaatkan momentum ini untuk mengamankan portofolio mereka.

Tak kalah penting, ketegangan geopolitik global ikut memperkuat daya tarik emas. Dalam situasi tidak pasti, investor cenderung mencari aset lindung nilai atau safe haven.

Menariknya, porsi emas dalam cadangan bank sentral global kini melampaui obligasi pemerintah Amerika Serikat. Ini menjadi sinyal kuat bahwa kepercayaan terhadap emas terus meningkat.

Risiko Tetap Ada: Potensi Koreksi Harga


Meski prospeknya cerah, Morgan Stanley tetap mengingatkan sejumlah risiko. Penguatan dolar AS dapat menekan harga emas. Selain itu, lonjakan harga yang terlalu tinggi berpotensi menurunkan permintaan.

Kemudian, bank sentral bisa mengurangi pembelian saat harga sudah terlalu mahal. Langkah ini bertujuan menjaga keseimbangan cadangan mereka.

Volatilitas pasar juga menjadi faktor penting. Dalam kondisi tertentu, investor bisa saja beralih ke instrumen lain yang menawarkan imbal hasil lebih menarik.

Tabel Proyeksi Harga Emas Versi Morgan Stanley





































Tahun / Periode Proyeksi Harga Emas Sumber / Catatan
2025 (realisasi tren) > US$4.300 per ons Rekor harga setelah reli besar
Awal 2026 ± US$4.800 per ons Didorong suku bunga rendah
Pertengahan 2026 ± US$4.500 per ons Lonjakan permintaan global
Proyeksi alternatif 2026 ± US$4.400 per ons Skenario konservatif
Target optimistis 2026 > US$4.800 per ons Didukung ETF & bank sentral

Sumber: Morgan Stanley Research, diolah dari Investor.id dan laporan terkait

Emas Masih Jadi Primadona Investasi


Dengan berbagai faktor tersebut, emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi paling menarik dalam beberapa tahun ke depan. Investor melihat emas tidak hanya sebagai alat lindung nilai, tetapi juga sebagai indikator kondisi ekonomi global.

Pergerakan harga emas kini mencerminkan banyak hal. Mulai dari arah kebijakan moneter hingga dinamika geopolitik dunia.

Karena itu, banyak analis menilai emas akan terus memainkan peran penting dalam strategi investasi jangka panjang. Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin harga emas benar-benar menembus level psikologis baru dalam beberapa tahun mendatang.

 

 




Sumber: Investor.id
Editor : Putra Piasaulu

Tags

Terkini