tokoh

Rupiah Terpuruk ke Titik Terlemah Sepanjang Sejarah, Tembus Rp17.400 per Dolar AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 19:24 WIB

Jakarta, suarominang.co – Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah menyentuh level terlemah sepanjang sejarah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada perdagangan awal Mei 2026, mata uang Garuda sempat menembus kisaran Rp17.400 per dolar AS, melampaui level terburuk saat krisis moneter 1998.

Pelemahan ini memicu kekhawatiran di kalangan pelaku usaha, terutama yang bergantung pada bahan baku impor. Melemahnya rupiah juga berpotensi mendorong kenaikan harga barang, menekan daya beli masyarakat, serta meningkatkan beban pembayaran utang dalam valuta asing.

Sebagai perbandingan, saat krisis moneter 1998, rupiah sempat terpuruk di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.000 per dolar AS. Sementara saat pandemi Covid-19 pada 2020, rupiah menyentuh sekitar Rp16.500 per dolar AS. Namun kini, tekanan global dan penguatan dolar AS kembali menyeret rupiah ke titik yang lebih dalam.

Bank Indonesia disebut terus melakukan langkah stabilisasi di pasar valuta asing guna menjaga volatilitas tetap terkendali. Meski demikian, tekanan eksternal seperti kebijakan suku bunga Amerika Serikat, gejolak geopolitik, dan arus modal asing masih menjadi tantangan berat.

Pengamat menilai pelemahan rupiah bukan sekadar persoalan angka di papan perdagangan, tetapi juga bisa berdampak langsung pada kehidupan masyarakat melalui kenaikan harga kebutuhan pokok, biaya logistik, hingga sektor industri.

Pertanyaan yang kini muncul, mampukah rupiah bangkit, atau justru tekanan global akan membawa mata uang nasional ke level yang lebih dalam?

Sumber: Reuters, data pasar keuangan

Terkini