tokoh

Mufasir Ulung Minang Kabau Yang Menggema di Makkah

Kamis, 21 Mei 2026 | 08:20 WIB

PADANG, suaromimang.co  — Satu lagi bukti kehebatan ulama asal Minangkabau di panggung dunia Islam kembali mencuat. Nama Syekh Abdul Hamid bin Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, mufasir ulung penemu kitab Tafsir Al-Khatib Al-Makki, kini menjadi perbincangan hangat di kalangan akademisi dan sejarawan Islam dunia.

Putra dari mufti besar Masjidil Haram, Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi ini, membuktikan bahwa darah intelektual Ranah Minang mampu mewarnai peradaban di pusat kota suci Makkah Al-Mukarramah.

Menepis Kekeliruan Sejarah Kitab Tafsir

Selama ini, publik sering kali keliru mengira bahwa kitab fenomenal Tafsir Al-Khatib Al-Makki adalah karya sang ayah. Namun, fakta sejarah membuktikan bahwa tafsir analitis tersebut murni merupakan buah pemikiran dan ijtihad mandiri dari Syekh Abdul Hamid.

Kitab yang fokus membedah kedalaman makna Juz Tabārak (Juz 29) ini pertama kali dicetak di Kairo, Mesir, pada tahun 1947 silam. Gaya bahasanya yang sarat sastra Arab tinggi menjadikannya salah satu rujukan penting di Masjidil Haram pada masanya.

Ulama Besar Sekaligus Diplomat Ulung Saudi

Lahir dan besar di tanah suci, Syekh Abdul Hamid tidak hanya mengabdi sebagai pengajar di halaqah Masjidil Haram. Karir beliau melesat hingga ke ranah pemerintahan Kerajaan Arab Saudi.

Beliau tercatat pernah mengemban amanah besar sebagai Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Pakistan. Kedekatannya dengan elit politik global dan kecintaannya pada tanah leluhur juga menjadikannya tokoh kunci dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Beliau merupakan utusan resmi yang ikut mengantarkan dukungan pengakuan kedaulatan dari dunia Arab untuk Republik Indonesia yang baru merdeka.

Jejak emas Syekh Abdul Hamid ini menjadi bukti nyata bahwa diaspora Minangkabau sejak zaman dahulu tidak hanya sekadar merantau, tetapi juga mampu memimpin keilmuan dan diplomasi di tingkat internasional.

 

Terkini