Rabu, 3 Juni 2026

Kisah Seorang Sahabat yang Mengadu tentang Sholatnya yang Tidak Khusyuk

Photo Author
Nald, SuaroMinang.co
- Kamis, 6 Maret 2025 | 10:06 WIB

suarominang.co, Batam - 06/03/2025Di suatu pagi yang sejuk di Madinah, seorang sahabat Rasulullah ﷺ datang dengan wajah penuh kegelisahan. Ia merasa ada sesuatu yang mengganjal dalam hatinya. Setelah menunaikan sholat bersama Rasulullah ﷺ di Masjid Nabawi, ia menunggu sejenak hingga orang-orang mulai meninggalkan masjid.

Dengan langkah ragu, ia mendekati Rasulullah ﷺ yang sedang duduk bersama beberapa sahabat lainnya. Dengan suara yang rendah namun penuh kepedihan, ia berkata,

"Wahai Rasulullah, aku ingin bertanya sesuatu yang sudah lama mengganggu hatiku."

Rasulullah ﷺ menoleh kepadanya dengan penuh perhatian dan kasih sayang.

"Apa yang membuatmu gelisah, wahai saudaraku?" tanya beliau.

Sahabat itu menarik napas dalam-dalam, lalu berkata,

"Aku merasa sholatku tidak khusyuk, wahai Rasulullah. Ketika aku berdiri menghadap Allah, pikiranku sering melayang ke urusan dunia. Kadang aku mengingat sesuatu yang terlupa, kadang aku memikirkan pekerjaanku, keluargaku, atau hal-hal lain yang tidak ada hubungannya dengan sholat. Aku khawatir, apakah sholatku diterima oleh Allah?"

Rasulullah ﷺ tersenyum dengan lembut, lalu menepuk bahu sahabat itu dengan penuh kehangatan.

"Wahai saudaraku, tahukah engkau bahwa setan selalu berusaha mengganggu manusia dalam sholatnya? Ia membisikkan berbagai hal agar engkau lalai dan kehilangan kekhusyukan. Namun, ketahuilah bahwa Allah Maha Pengasih dan Maha Pemurah. Jika engkau sudah berusaha untuk khusyuk, tetapi masih terganggu oleh pikiran-pikiran dunia, maka Allah tetap melihat niat dan usahamu."

Sahabat itu mendengarkan dengan penuh perhatian. Rasulullah ﷺ melanjutkan,

"Sholat seseorang akan mendapatkan pahala sesuai dengan kadar kekhusyukannya. Ada yang mendapat pahalanya penuh, ada yang setengah, ada yang hanya seperempat, bahkan ada yang hanya sepersepuluh."

Kemudian Rasulullah ﷺ menambahkan,

"Yang penting, jangan tinggalkan sholat hanya karena merasa tidak sempurna. Teruslah berusaha memperbaikinya. Setiap kali engkau sadar bahwa pikiranmu melayang, kembalikanlah hatimu kepada Allah. Ucapkan takbir dengan penuh kesadaran, hayati bacaan sholatmu, dan ingat bahwa engkau sedang berdiri di hadapan Allah Yang Maha Melihat."

Mendengar nasihat itu, sahabat tersebut merasa hatinya lebih tenang. Ia menyadari bahwa yang terpenting bukanlah kesempurnaan mutlak dalam kekhusyukan, tetapi usaha yang sungguh-sungguh untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dengan hati yang lapang, ia berterima kasih kepada Rasulullah ﷺ dan bertekad untuk terus memperbaiki sholatnya.

Sejak hari itu, setiap kali ia sholat dan pikirannya mulai melayang, ia mengingat nasihat Rasulullah ﷺ dan segera mengembalikan hatinya kepada Allah. Walaupun masih ada gangguan, ia tidak pernah menyerah dalam usahanya untuk lebih khusyuk.

Pelajaran dari Kisah Ini:

1. Allah melihat usaha kita, bukan hanya hasil akhir. Jika kita sudah berusaha khusyuk tetapi masih terganggu, Allah tetap menerima sholat kita.

2. Setan selalu berusaha mengganggu manusia dalam sholat. Oleh karena itu, kita harus terus melatih diri untuk lebih fokus.

3. Jangan tinggalkan sholat hanya karena merasa tidak sempurna. Yang penting adalah terus berusaha memperbaikinya.

4. Membaca dan memahami arti bacaan sholat dapat membantu meningkatkan kekhusyukan.

 

Semoga kisah ini bisa menjadi motivasi bagi kita untuk terus memperbaiki sholat dan mendekatkan diri kepada Allah.

Editor: Nald

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X