Rabu, 3 Juni 2026

Longsor Dini Hari Terjang Permukiman Warga di Kaki Gunung Burangrang

Photo Author
Administrator, SuaroMinang.co
- Minggu, 25 Januari 2026 | 04:46 WIB
Longsor Dini Hari Terjang Permukiman Warga di Kaki Gunung Burangrang
Longsor Dini Hari Terjang Permukiman Warga di Kaki Gunung Burangrang

BANDUNG BARAT – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bandung Barat kembali memicu bencana tanah longsor. Kali ini, longsor terjadi di kawasan kaki Gunung Burangrang, tepatnya di Kampung Babakan, RT 05 RW 11, Dusun Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, pada Sabtu, 24 Januari 2026, sekitar pukul 02.00 WIB.

Peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba saat sebagian besar warga tengah terlelap tidur. Material longsoran berupa tanah bercampur air mengalir deras dari lereng gunung dan langsung menerjang permukiman warga yang berada di bawahnya. Akibatnya, puluhan rumah mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi, bahkan beberapa bangunan dilaporkan tertimbun dan tidak lagi terlihat akibat tertutup material longsor.

Kepala Desa Pasirlangu menyampaikan bahwa berdasarkan pendataan sementara, sedikitnya 30 rumah warga terdampak langsung oleh peristiwa tersebut. Namun, angka ini masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah seiring berjalannya proses pendataan lanjutan di lapangan.

“Saat ini kami masih melakukan pendataan secara menyeluruh, baik terkait jumlah rumah yang rusak maupun untuk memastikan apakah ada warga yang menjadi korban, baik luka-luka maupun korban jiwa,” ujar Kepala Desa Pasirlangu saat ditemui di lokasi pengungsian.

Sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan longsor susulan, aparat desa bersama tim relawan segera mengevakuasi warga dari kawasan rawan. Warga yang rumahnya terdampak maupun yang tinggal di sekitar lokasi kejadian untuk sementara dipindahkan ke tempat yang lebih aman, salah satunya di Kantor Desa Pasirlangu yang dijadikan lokasi pengungsian darurat.

Selain mengevakuasi warga, aparat desa juga berkoordinasi dengan pihak kecamatan serta instansi terkait untuk melakukan pemantauan intensif di lokasi longsor. Langkah ini dilakukan guna menilai tingkat kerawanan serta menentukan tindakan lanjutan yang diperlukan untuk menjamin keselamatan masyarakat.

Dari hasil peninjauan awal di lapangan, luas area yang terdampak longsor diperkirakan mencapai sekitar 30 hektare. Kondisi tanah di wilayah tersebut dinilai cukup labil akibat curah hujan tinggi yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir. Air hujan yang meresap ke dalam tanah menyebabkan struktur tanah melemah dan akhirnya tidak mampu menahan beban di lereng gunung.

Sejumlah warga mengaku sempat mendengar suara gemuruh sebelum material longsor menerjang permukiman. Namun, karena kejadian berlangsung pada dini hari, banyak warga yang tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga mereka.

Pemerintah Desa Pasirlangu mengimbau seluruh warga, khususnya yang tinggal di wilayah rawan, untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta menghindari area lereng dan bantaran yang berpotensi longsor, terutama saat hujan deras masih kerap turun.

“Kami meminta masyarakat tetap waspada dan mengikuti arahan petugas. Jika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi, kami sarankan warga segera menjauh dari area rawan longsor,” tambah Kepala Desa Pasirlangu.

Hingga saat ini, proses pendataan dan pemantauan masih terus dilakukan. Pemerintah setempat berharap tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini dan mengupayakan langkah-langkah cepat untuk penanganan darurat serta pemulihan pascabencana.

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X