Rabu, 3 Juni 2026

Longsor Pasirlangu Bandung Barat, 8 Warga Tewas dan Puluhan Masih Hilang

Photo Author
Administrator, SuaroMinang.co
- Minggu, 25 Januari 2026 | 05:02 WIB
Longsor Pasirlangu Bandung Barat, 8 Warga Tewas dan Puluhan Masih Hilang
Longsor Pasirlangu Bandung Barat, 8 Warga Tewas dan Puluhan Masih Hilang

SUAROMINANG.CO – Proses pencarian dan evaluasi pascabencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan.

Hingga Minggu, data terbaru mencatat sebanyak delapan orang ditemukan meninggal dunia, sementara puluhan warga lainnya masih dinyatakan hilang dan diduga tertimbun material longsor.

Bencana tanah longsor yang terjadi pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026, itu menimpa kawasan Kampung Pasir Kuning dan Kampung Pasir Kuda yang berada di RW 11 dan RW 10. Longsoran tanah dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut hampir tanpa jeda selama sepekan terakhir, menyebabkan struktur tanah di lereng menjadi sangat labil.

Material longsor berupa tanah, bebatuan, dan lumpur menimbun puluhan rumah warga yang berada di bawah lereng. Banyak bangunan rata dengan tanah, sementara sebagian lainnya tertutup material longsor hingga tak lagi terlihat. Kondisi ini menyulitkan proses pencarian korban, terutama mereka yang diduga masih berada di dalam rumah saat peristiwa terjadi.

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, yang turun langsung meninjau lokasi bencana, menyampaikan bahwa dampak longsor sangat besar dan menyentuh ratusan jiwa. Berdasarkan data sementara yang dihimpun pemerintah daerah, terdapat 34 kepala keluarga atau sekitar 113 jiwa yang terdampak langsung.

“Dari jumlah tersebut, 23 orang berhasil selamat, delapan orang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, dan hingga saat ini masih ada sekitar 82 warga yang dinyatakan hilang,” ujar Jeje kepada awak media.

Ia menjelaskan bahwa upaya pencarian dan penyelamatan melibatkan tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, aparat kecamatan dan desa, serta puluhan relawan. Alat berat juga dikerahkan untuk membantu membuka akses dan menyingkirkan material longsor, meskipun penggunaannya dilakukan secara hati-hati guna menghindari risiko tambahan.

Namun demikian, proses pencarian tidak berjalan tanpa hambatan. Faktor cuaca menjadi tantangan utama, mengingat hujan masih kerap turun di kawasan tersebut. Berdasarkan informasi dari BMKG, potensi hujan dengan intensitas tinggi masih berpeluang terjadi, sehingga membahayakan keselamatan tim penyelamat.

“Cuaca menjadi kendala serius. Saat hujan turun, pencarian harus dihentikan sementara demi keselamatan petugas. Tetapi kami pastikan, setiap kali kondisi memungkinkan, proses pencarian akan kembali dilanjutkan,” tegas Jeje.

Atas besarnya dampak bencana dan jumlah korban yang terus bertambah, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah menetapkan status darurat bencana. Penetapan ini bertujuan untuk mempercepat mobilisasi sumber daya, bantuan logistik, serta penanganan korban terdampak.

Bupati Jeje juga menyampaikan rasa duka mendalam kepada keluarga korban yang kehilangan anggota keluarganya akibat bencana ini. Ia berharap para korban yang masih hilang dapat segera ditemukan.

Untuk warga yang selamat, pemerintah daerah telah menyiapkan posko pengungsian lengkap dengan kebutuhan dasar. Sebagian pengungsi juga memilih tinggal sementara di rumah kerabat yang berada di lokasi lebih aman.

Selain itu, Jeje mengingatkan adanya potensi longsor susulan, terutama dari area di bagian atas lokasi kejadian yang dinilai masih sangat rawan. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera mengungsi apabila hujan deras kembali mengguyur.

Sementara itu, kesedihan mendalam dirasakan warga setempat. Sutisna (52), salah satu warga terdampak, mengaku kehilangan sejumlah anggota keluarganya yang hingga kini belum ditemukan.

“Paman saya, Ade, beserta dua anaknya masih belum ditemukan. Kami masih berharap ada keajaiban. Untungnya salah satu anggota keluarga saya selamat karena sedang tidak berada di rumah saat kejadian,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Hingga kini, proses pencarian korban masih terus berlangsung, dengan harapan seluruh warga yang hilang dapat segera ditemukan dan situasi segera pulih.

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X