Kamis, 4 Juni 2026

Komite Buka Suara, Keputusan Perpisahan SDN 010 Tiban Lama Disebut Murni Hasil Musyawarah

Photo Author
Rizaldi SM, SuaroMinang.co
- Kamis, 4 Juni 2026 | 09:22 WIB
Ketua Panitia Kartini (ke-4 dari kiri) dan Ketua Komite Gafaruddin (paling kanan) memberikan keterangan kepada Suarominang.co terkait klarifikasi pelaksanaan perpisahan SDN 010 Tiban Lama yang diputus
Ketua Panitia Kartini (ke-4 dari kiri) dan Ketua Komite Gafaruddin (paling kanan) memberikan keterangan kepada Suarominang.co terkait klarifikasi pelaksanaan perpisahan SDN 010 Tiban Lama yang diputus

BATAM, Suarominang.co – Menanggapi pemberitaan sebelumnya terkait pelaksanaan acara perpisahan siswa kelas VI SDN 010 Tiban Lama, Kecamatan Sekupang, pihak sekolah melalui Ketua Komite dan Ketua Panitia memberikan hak jawab serta klarifikasi kepada Suarominang.co.

Ketua Panitia Perpisahan, Kartini, menegaskan bahwa Kepala SDN 010 Tiban Lama, Sukarman, tidak pernah mengarahkan ataupun mewajibkan acara perpisahan dilaksanakan di luar lingkungan sekolah.

"Kepala sekolah tidak pernah mengarahkan perpisahan di luar sekolah. Bahkan beliau menyampaikan, kalau mau diadakan silakan, kalau tidak juga tidak apa-apa. Itu sepenuhnya kembali kepada komite dan wali murid," ujar Kartini menyampaikan pernyataan kepala sekolah.

Kartini juga menyesalkan adanya informasi yang menyebut kepala sekolah terlibat dalam pengambilan keputusan lokasi acara. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan hasil musyawarah antara panitia, komite, dan wali murid.

Ia juga mengaku terbuka bagi wali murid yang mengalami kesulitan ekonomi atau keberatan dengan biaya kegiatan.

"Kalau ada wali murid yang keberatan atau mengalami kesulitan, silakan datang kepada saya. Kita bicarakan bersama dan cari solusinya," katanya.

Sementara itu, Ketua Komite SDN 010 Tiban Lama, Gafaruddin, menjelaskan bahwa dirinya yang memimpin jalannya rapat pembahasan acara perpisahan bersama para wali murid.

"Saya yang memimpin rapat. Kepala sekolah hanya hadir sebentar di dalam ruangan, kemudian meninggalkan rapat. Keputusan yang diambil merupakan hasil musyawarah dan kesepakatan wali murid, tidak ada intervensi dari kepala sekolah," tegas Gafaruddin.

Menurutnya, salah satu alasan utama dipilihnya lokasi di luar sekolah adalah keterbatasan fasilitas yang ada di SDN 010 Tiban Lama.

"Listrik sekolah tidak memadai karena daya arusnya kurang. Selain itu, pasokan air di sekolah juga kecil dan sering mati. Karena itu kami sepakat mengadakan acara di luar sekolah," jelasnya.

Meski demikian, Gafaruddin menyebut biaya yang dibebankan kepada peserta tetap dibuat seminimal mungkin.

"Biayanya sekitar Rp330 ribu per siswa. Jika diadakan di sekolah, biayanya kurang lebih juga sama. Kami berusaha membuat acara sesederhana mungkin agar tidak memberatkan orang tua murid," ujarnya.

Kartini menambahkan, jumlah siswa yang akan mengikuti perpisahan tahun ini sebanyak 120 orang. Dari jumlah tersebut, terdapat 28 siswa yang tidak terdaftar sebagai peserta.

Meski tidak membayar biaya kegiatan, siswa yang tidak ikut tetap diundang untuk menghadiri acara perpisahan.

"Kami tetap mengundang mereka tanpa harus membayar. Kami kasihan jika ada anak yang tidak bisa merasakan momen perpisahan yang hanya sekali dalam hidup mereka," katanya.

Halaman:

Editor: Rizaldi SM

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

DPR Jangan Cuci Tangan dalam Polemik MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 00:16 WIB
X