hukum

"Pajak Rakyat Mengalir Deras, Layanan Publik Masih Tersendat"

Kamis, 20 Februari 2025 | 12:18 WIB

suarominang.co, Jakarta – Setiap tahun, rakyat Indonesia dipaksa menanggung beban pajak yang semakin besar. Dari Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), hingga Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), total kewajiban yang dibayarkan masyarakat bisa mencapai 20-40% dari pendapatan mereka. Namun, apakah manfaat yang diterima rakyat sebanding dengan pajak yang mereka setorkan?

Pajak Naik, Layanan Publik Tidak Berubah

Dalam beberapa tahun terakhir, tarif PPN naik dari 10% menjadi 11%, sementara rencana kenaikan ke 12% sudah di depan mata. Di sisi lain, fasilitas publik seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur masih jauh dari harapan.

Layanan BPJS Kesehatan sering dikeluhkan karena antrean panjang dan minimnya fasilitas memadai, sementara rumah sakit swasta tetap menjadi pilihan utama bagi mereka yang mampu membayar lebih.

Pendidikan tinggi semakin mahal, dengan banyak perguruan tinggi negeri menerapkan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang membebani mahasiswa dan orang tua.

Jalan tol yang dibiayai dari pajak rakyat justru berbayar mahal, membuat masyarakat harus membayar dua kali untuk infrastruktur yang seharusnya menjadi hak publik.

Subsidi BBM dan listrik tidak merata, sering kali dicabut dengan alasan anggaran negara defisit, padahal penerimaan pajak terus meningkat setiap tahunnya.

Di Mana Uang Pajak Rakyat?

Meski rakyat dibebani pajak tinggi, kasus korupsi anggaran dan penyalahgunaan dana pajak terus bermunculan. Dari kasus penggelapan pajak oleh pejabat Direktorat Jenderal Pajak hingga skandal proyek-proyek fiktif, uang rakyat tampaknya lebih banyak mengalir ke kantong elite daripada ke kesejahteraan masyarakat.

Sebagai perbandingan, negara seperti Singapura dan Jerman memiliki pajak yang tinggi tetapi memberikan jaminan sosial yang jelas bagi warganya. Di Indonesia, pajak lebih sering digunakan untuk proyek-proyek besar yang menguntungkan oligarki, sementara rakyat hanya kebagian sisa.

Pemerintah Harus Bertanggung Jawab

Jika pemerintah terus menaikkan pajak tanpa memberikan perbaikan layanan publik yang nyata, maka kepercayaan masyarakat terhadap sistem perpajakan akan semakin menurun. Pajak seharusnya menjadi alat untuk kesejahteraan rakyat, bukan sekadar sumber dana bagi kepentingan elite dan proyek-proyek politik.

Pemerintah perlu transparan dalam pengelolaan pajak, memastikan pajak digunakan untuk kesejahteraan rakyat, bukan hanya untuk kepentingan kelompok tertentu. Jika tidak, rakyat berhak mempertanyakan: untuk siapa sebenarnya pajak yang mereka bayar?

Tags

Terkini