hukum

Band Sukatani Minta Maaf, Polri Tegaskan Tidak Antikritik

Jumat, 21 Februari 2025 | 07:45 WIB

suarominang.co , JAKARTA – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menegaskan bahwa mereka terbuka terhadap kritik dan terus berupaya menjadi institusi modern. Hal ini disampaikan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, menanggapi permintaan maaf dari band Sukatani atas lagu mereka yang mengkritik kepolisian.

"Polri adalah organisasi yang modern dan tidak antikritik," ujar Brigjen Trunoyudo, Kamis (20/2/2025). Ia menambahkan bahwa Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara konsisten mengingatkan jajarannya untuk menerima kritik dengan bijak.

Sebelumnya, band punk asal Purbalingga, Sukatani, menyampaikan permintaan maaf melalui media sosial terkait lagu mereka yang berjudul Bayar Bayar Bayar. Lagu tersebut menyoroti berbagai dugaan pungutan di institusi kepolisian, mulai dari pembuatan SIM hingga pelaporan barang hilang.

Dalam pernyataan mereka, personel Sukatani meminta semua pihak yang telah mengunggah lagu tersebut untuk menghapusnya. Mereka juga menegaskan bahwa permintaan maaf ini dilakukan secara sukarela tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun.

"Kami memohon maaf kepada Bapak Kapolri dan seluruh institusi Polri atas lagu yang kami ciptakan. Kami sadar lagu tersebut telah viral dan menimbulkan berbagai respons," ujar gitaris Sukatani, Muhammad Syifa Al Ufti alias Electroguy.

Langkah permintaan maaf ini menjadi perhatian publik, terutama karena para personel yang biasanya tampil dengan topeng dan nama panggung akhirnya membuka identitas mereka. Vokalis Sukatani, Novi Chitra Indriyaki alias Twister Angel, menegaskan bahwa mereka mengambil langkah ini dengan penuh kesadaran.

Polemik lagu Bayar Bayar Bayar menunjukkan bagaimana kritik terhadap institusi publik dapat menuai beragam reaksi, sementara Polri menegaskan komitmennya untuk terus berbenah.

Tags

Terkini