Rabu, 3 Juni 2026

Pejabat Imigrasi Soekarno-Hatta Dicopot akibat Skandal Pungli terhadap WN China

Photo Author
Nald, SuaroMinang.co
- Minggu, 2 Februari 2025 | 07:55 WIB

suarominang.co – Seluruh pejabat di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Soekarno-Hatta resmi dicopot dari jabatannya menyusul terungkapnya dugaan pungutan liar (pungli) terhadap warga negara (WN) China. Keputusan ini diambil oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, setelah menerima laporan berisi data dugaan pemerasan yang terjadi di bandara tersebut.

"Kami langsung menarik seluruh pejabat yang namanya tercantum dalam laporan tersebut dan menggantinya dengan personel baru," ujar Agus dalam keterangannya.

Agus menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentoleransi praktik ilegal dalam bentuk apa pun. Saat ini, para petugas yang terlibat sedang menjalani pemeriksaan internal, dan mereka akan diberikan sanksi sesuai dengan tingkat pelanggarannya.

Dalam laporan yang dikeluarkan pada 21 Januari 2025, Kedutaan Besar China mengungkapkan bahwa mereka telah berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta dan berhasil mengungkap setidaknya 44 kasus pemerasan. Sebanyak Rp32,75 juta telah dikembalikan kepada lebih dari 60 warga negara China yang menjadi korban.

Dugaan pemerasan ini terjadi dalam kurun waktu Februari 2024 hingga Januari 2025. Kedubes China juga menyoroti kemungkinan adanya lebih banyak korban yang tidak melapor karena jadwal perjalanan yang padat atau kekhawatiran akan pembalasan di kemudian hari.

Sebagai langkah pencegahan, Kedubes China meminta agar tanda peringatan seperti "Dilarang memberi tip" dan "Laporkan jika terjadi pemerasan" dalam bahasa Mandarin, Indonesia, dan Inggris dipasang di area pemeriksaan imigrasi. Mereka juga menyarankan agar agen perjalanan China memperingatkan wisatawan untuk tidak memberikan suap kepada petugas imigrasi.

Kedubes China menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Luar Negeri RI atas respons dan bantuan dalam menangani kasus ini. Sementara itu, CNNIndonesia.com telah berupaya menghubungi pihak Kedubes China, tetapi hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari mereka.

Editor: Nald

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X