BATAM, suarominang.co – Pemandangan kurang sedap terlihat di salah satu taman kota di kawasan depan Gelael, Batam. Area yang seharusnya menjadi ruang hijau penyejuk kota justru tampak dipenuhi rumput liar yang tumbuh lebih tinggi daripada tanaman hias yang ada.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan soal keseriusan Pemerintah Kota Batam dalam merawat fasilitas publik. Di tengah citra Batam sebagai kota industri, investasi, dan pintu gerbang internasional, wajah ruang terbuka hijau justru terkesan terabaikan.
Padahal, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam memiliki tugas pengelolaan lingkungan kota termasuk pemeliharaan kebersihan dan penghijauan. � Namun fakta di lapangan menunjukkan masih ada titik-titik fasilitas publik yang luput dari perhatian.
Dinas Lingkungan Hidup Batam
Rumput liar yang meninggi bukan sekadar persoalan estetika. Kondisi seperti ini juga berpotensi menjadi sarang serangga, ular kecil, hingga menimbulkan kesan kumuh di area perkotaan yang ramai dilalui masyarakat dan wisatawan.
Ironisnya, papan imbauan untuk menjaga tanaman masih berdiri di lokasi, namun pemeliharaan dari pihak terkait justru terkesan minim. Masyarakat tentu diharapkan ikut menjaga fasilitas umum, tetapi pemerintah juga wajib memastikan fasilitas tersebut tetap dalam kondisi layak dan terawat.
Batam yang terus membangun gedung-gedung megah seharusnya tidak melupakan hal mendasar seperti perawatan taman kota. Ruang hijau bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian dari kualitas hidup warga.
Pemerintah Kota Batam perlu segera turun tangan. Jangan sampai taman kota hanya bagus saat peresmian, lalu dibiarkan menjadi semak belukar setelahnya.