Rabu, 3 Juni 2026

Longsor Tambang Batu di Cirebon, 14 Tewas dan 11 Orang Masih Hilang

Photo Author
Rizaldi Chan, SuaroMinang.co
- Sabtu, 31 Mei 2025 | 07:03 WIB

suarominang.co, Cirebon, 31 Mei 2025 — Tragedi longsor kembali mengguncang dunia pertambangan Indonesia. Sebuah tambang batu alam di kawasan Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengalami longsor hebat pada Jumat pagi, 30 Mei 2025, sekitar pukul 09.30 WIB.

Peristiwa nahas ini menelan korban jiwa sebanyak 14 orang yang telah ditemukan meninggal dunia. Sementara itu, hingga Sabtu siang (31/5), sebanyak 11 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.

Kepala BPBD Cirebon, Indra Rudianto, mengungkapkan bahwa evakuasi terus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, Basarnas, dan relawan. Tujuh unit dump truck yang tertimbun longsor telah berhasil dievakuasi, namun medan yang berat dan kondisi tanah yang masih labil menyulitkan proses pencarian.

“Cuaca yang tidak bersahabat dan struktur tanah yang rapuh membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati,” ujar salah satu petugas SAR di lokasi.

Polisi telah menaikkan status kejadian ini ke tahap penyidikan. Kapolres Cirebon AKBP Sumarni menyebutkan bahwa pihaknya tinggal menunggu waktu untuk menetapkan tersangka dalam kasus ini. Aktivitas tambang tersebut diduga kuat tidak memenuhi standar keselamatan kerja.

Menanggapi insiden tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memerintahkan penutupan tambang batu di Gunung Kuda beserta empat lokasi tambang lainnya yang dianggap berisiko tinggi. Ia juga menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aktivitas tambang di wilayah Jawa Barat.

"Ini tragedi kemanusiaan dan sekaligus alarm keras bahwa pengawasan terhadap tambang harus diperketat. Kami tidak akan segan menindak tambang-tambang ilegal dan tidak layak," tegas Dedi.

Peristiwa ini menambah panjang daftar kecelakaan tambang di Indonesia yang terjadi akibat lemahnya regulasi dan pengawasan. Pemerintah didesak untuk segera melakukan reformasi di sektor pertambangan agar tragedi serupa tidak terus berulang.

Editor: Rizaldi Chan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X