Suarominang.co – 29 Mei 2025 Tiga negara Eropa—Spanyol, Irlandia, dan Norwegia—mengambil langkah berani dengan mengakui secara resmi kedaulatan negara Palestina, Selasa (28/5). Keputusan ini dianggap sebagai langkah nyata untuk mendukung perdamaian di Timur Tengah, namun langsung memicu reaksi keras dari pemerintah Israel.
Pengakuan ini disampaikan secara terpisah oleh masing-masing pemimpin negara, namun dengan pesan yang selaras: mendukung solusi dua negara dan menyerukan keadilan serta penghormatan terhadap hukum internasional.
“Ini bukan sikap melawan siapa pun, tapi bentuk dukungan terhadap perdamaian yang adil dan abadi,” kata Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez dalam pernyataan resminya dari Madrid.
Tak lama setelah pengumuman ini, Israel langsung menarik duta besarnya dari ketiga negara tersebut, sebagai bentuk protes. Pemerintah Israel menyebut pengakuan ini sebagai “hadiah bagi kelompok teroris.”
Sementara itu, Palestina menyambut baik keputusan ini, menyebutnya sebagai langkah berani yang memperkuat perjuangan rakyat Palestina untuk meraih kemerdekaan penuh.
Langkah Spanyol, Irlandia, dan Norwegia ini merupakan kelanjutan dari pernyataan bersama pada Maret 2024 yang juga melibatkan Slovenia dan Malta. Slovenia dikabarkan akan segera menyusul dalam beberapa hari ke depan.
Sejumlah negara anggota OKI dan Uni Afrika turut menyuarakan dukungan terhadap keputusan tersebut, memperkuat solidaritas global terhadap Palestina.
Dengan tambahan tiga negara ini, sebanyak 146 dari 193 anggota PBB kini mengakui Palestina sebagai negara merdeka, mencerminkan perubahan penting dalam diplomasi internasional terhadap konflik panjang Israel–Palestina.
Langkah ini juga menambah tekanan terhadap Uni Eropa yang belum memiliki sikap tunggal dalam isu pengakuan Palestina. Negara seperti Prancis dan Belgia disebut mulai mempertimbangkan untuk mengambil langkah serupa, tergantung dinamika politik dan keamanan kawasan.