Rabu, 3 Juni 2026

Prabowo Tegaskan Negara Tak Akan Lari dari Masalah, Standar Keamanan MBG Diperkuat

Photo Author
Administrator, SuaroMinang.co
- Selasa, 18 November 2025 | 10:52 WIB
Prabowo Tegaskan Negara Tak Akan Lari dari Masalah, Standar Keamanan MBG Diperkuat
Prabowo Tegaskan Negara Tak Akan Lari dari Masalah, Standar Keamanan MBG Diperkuat

BEKASI - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai standar dan bebas dari penyimpangan.

Dalam kunjungannya ke Bekasi pada Senin (17/11), Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah tidak akan lari dari tanggung jawab atas berbagai insiden yang terjadi belakangan ini terkait distribusi makanan program MBG.

Dalam pernyataannya, Prabowo menyoroti bahwa program berskala nasional seperti MBG memiliki tantangan tersendiri. Dengan puluhan juta porsi makanan yang dibagikan setiap hari, ia mengakui adanya kemungkinan gangguan kesehatan pada sebagian kecil penerima manfaat. Meski demikian, ia menegaskan bahwa setiap masalah yang muncul menjadi perhatian penuh pemerintah.

Menurut Prabowo, langkah antisipasi hingga evaluasi terus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. “Karena itu sekarang persiapan lebih ketat, pemantauan lebih keras. Kita minta semua prosedur yang perlu diambil, harus diambil,” ujarnya. Ia mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar bekerja sesuai standar operasional demi menjamin keamanan pangan bagi seluruh penerima program.

Capaian MBG Melebihi Target Awal

Di hadapan warga Bekasi, Prabowo juga menyampaikan rasa syukurnya atas pesatnya perkembangan program MBG. Dalam kurun waktu belum genap satu tahun, pemerintah sudah menjangkau hingga 44 juta penerima manfaat. Angka tersebut, menurut Prabowo, bukan hanya prestasi nasional, tetapi juga menjadi salah satu pencapaian tercepat di dunia.

Ia membandingkan pengalaman negara lain, termasuk Brasil, yang perlu waktu 11 tahun untuk menjangkau 40 juta penerima makanan bergizi. "Alhamdulillah makan bergizi gratis hari ini sudah mencapai 44 juta, salah satu prestasi tercepat terbesar di dunia," katanya.

Menurut Prabowo, pencapaian tersebut hanya permulaan. Target akhir program adalah menjangkau 82,9 juta penerima manfaat yang mencakup anak sekolah, ibu hamil, hingga kelompok lain yang membutuhkan tambahan dukungan gizi.

Namun, Prabowo mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat pemerintah berpuas diri. Masih banyak wilayah yang membutuhkan percepatan penyaluran. Ia mengaku menerima banyak keluhan langsung dari masyarakat, terutama anak-anak yang menyampaikan bahwa mereka belum mendapatkan jatah MBG.

Menanggapi hal tersebut, Prabowo memberi penjelasan bahwa program ini tengah diperluas secara bertahap. “Saya jawab, sabar… Ini adalah yang paling cepat yang kita mampu. Karena ini uang rakyat, harus disiapkan dengan baik. Persiapannya harus matang, supaya tidak terjadi penyimpangan,” tuturnya.

Masyarakat Merasakan Dampak Positif MBG

Prabowo menuturkan bahwa mayoritas masyarakat yang telah menerima manfaat MBG memberikan respons positif. Menurutnya, guru-guru serta orang tua siswa merasakan perubahan signifikan pada kondisi anak setelah secara rutin menerima makanan bergizi di sekolah.

“Secara garis besar, sebagian besar setuju. Tanya guru-guru, anak-anak itu merasa manfaat atau tidak dapat makanan sekali makan di sekolah,” ucap Prabowo.

Ia menegaskan bahwa MBG bukan hanya tentang menyediakan makanan harian, tetapi menjadi bagian dari investasi besar bangsa terhadap kualitas generasi masa depan. Peningkatan asupan protein dan nutrisi penting lainnya diyakini dapat memperbaiki kualitas fisik dan intelektual anak-anak Indonesia dalam jangka panjang.

“Saya hakul yakin mereka merasakan manfaatnya. Mereka akan jadi lebih kuat. Dia akan makan protein, dia akan jadi lebih tinggi, ototnya lebih baik, tulangnya lebih kuat, sel otaknya lebih cerdas,” ujar Prabowo.

Evaluasi Menyeluruh Demi Menekan Insiden Hingga 0 Persen

Prabowo menekankan pentingnya persiapan yang matang dan pengawasan yang ketat agar tidak ada lagi kelalaian yang dapat membahayakan penerima manfaat. Ia memastikan pemerintah terus bekerja untuk meminimalkan risiko, bahkan menargetkan agar tingkat insiden bisa mencapai angka nol.

Pemerintah, kata Prabowo, bergerak cepat setiap kali laporan insiden muncul. Dapur-dapur yang dianggap bermasalah langsung dihentikan operasinya untuk mencegah dampak lebih luas. Selain itu, serangkaian evaluasi menyeluruh langsung dijalankan setelah peristiwa gangguan kesehatan terjadi.

Langkah evaluasi tersebut mencakup kewajiban sertifikasi laik higienis untuk seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pemeriksaan ulang kompetensi juru masak, penyederhanaan dan standarisasi menu, hingga pemantauan kesehatan rutin dari puskesmas setempat.

Pemerintah daerah juga diperintahkan untuk membentuk satuan tugas khusus yang bertugas mengawasi pelaksanaan MBG di lapangan. Satgas ini diberi kewenangan memastikan kualitas makanan, standar higienitas dapur, serta kelancaran distribusi di setiap wilayah.

Penguatan Regulasi untuk Kelola MBG

Tidak hanya memperkuat pengawasan operasional, pemerintah juga memantapkan landasan regulasi demi keberlanjutan program MBG. Sejumlah regulasi baru diterbitkan, termasuk Keputusan Presiden (Keppres) mengenai pembentukan Tim Koordinasi Nasional serta Peraturan Presiden (Perpres) tentang tata kelola penyelenggaraan program tersebut.

Regulasi-regulasi ini dirancang agar setiap instansi, baik di tingkat pusat maupun daerah, memiliki peran dan tanggung jawab yang jelas. Pemerintah berharap, dengan adanya kerangka hukum yang lebih kuat, pelaksanaan MBG dapat berjalan lebih terstruktur, transparan, dan bebas penyimpangan.

Komitmen Pemerintah terhadap Kebutuhan Gizi Anak Indonesia

Prabowo menegaskan bahwa program MBG merupakan agenda jangka panjang yang membutuhkan kolaborasi dari seluruh pihak. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, penyedia bahan pangan, hingga masyarakat harus bekerja bersama untuk memenuhi standar mutu makanan yang diberikan kepada anak-anak Indonesia.

Dalam kunjungannya, Prabowo kembali menekankan bahwa ia tidak ingin rakyat merasakan manfaat yang setengah-setengah. Program ini, katanya, harus mampu memberi perubahan nyata bagi kesehatan masyarakat, terutama anak usia sekolah dan ibu hamil sebagai kelompok prioritas.

Ia menutup pernyataannya dengan memastikan bahwa seluruh instrumen negara dikerahkan demi menjaga keberhasilan program MBG. Pemerintah, tegasnya, akan terus memperbaiki sistem, menutup celah penyimpangan, dan memastikan agar setiap rupiah dari uang rakyat kembali kepada rakyat dalam bentuk layanan terbaik.

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X