Rabu, 3 Juni 2026

Hujan Dua Hari Picu Banjir Bandang di Pemalang, Lima Kecamatan Terdampak

Photo Author
Administrator, SuaroMinang.co
- Minggu, 25 Januari 2026 | 04:00 WIB
Hujan Dua Hari Picu Banjir Bandang di Pemalang, Lima Kecamatan Terdampak
Hujan Dua Hari Picu Banjir Bandang di Pemalang, Lima Kecamatan Terdampak

SUAROMINANG.CO, PEMALANG – Perayaan Hari Jadi Kabupaten Pemalang ke-451 yang seharusnya berlangsung penuh sukacita justru berubah menjadi duka mendalam. Pada Sabtu, 24 Januari 2026, bencana banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, setelah hujan deras disertai angin kencang mengguyur kawasan tersebut selama dua hari berturut-turut.

Bencana alam ini berdampak cukup luas, terutama di wilayah selatan Pemalang. Sedikitnya lima kecamatan dilaporkan terdampak banjir bandang akibat meluapnya aliran sungai, yakni Kecamatan Pulosari, Belik, Moga, Watukumpul, dan Warungpring. Air bah datang secara tiba-tiba dengan arus deras, membawa material lumpur, batu, serta batang pohon yang memperparah kerusakan.

Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, mulai dari terendam hingga tersapu arus. Tak hanya itu, beberapa jembatan penghubung antardesa dilaporkan rusak berat, menyebabkan akses jalan terputus dan menghambat mobilitas warga. Ratusan pohon tumbang akibat terpaan angin kencang, sebagian di antaranya terseret arus hingga ke Kali Comal.

Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana menyampaikan bahwa sejak kejadian berlangsung, aparat gabungan langsung diterjunkan ke lokasi-lokasi terdampak. Personel dari TNI, Polri, BPBD, serta instansi terkait bahu-membahu melakukan evakuasi pohon tumbang dan pembersihan material yang menghalangi jalan maupun aliran sungai.

“Seluruh pohon tumbang saat ini sudah berhasil dievakuasi oleh petugas gabungan. Fokus kami adalah membuka kembali akses jalan agar aktivitas warga bisa segera pulih,” ujar AKBP Rendy.

Ia juga menjelaskan bahwa luapan air dari Sungai Kali Soso dan Kali Penakir menjadi penyebab utama rusaknya sejumlah jembatan dan rumah warga. Namun demikian, hingga kini jumlah pasti kerusakan serta total kerugian materiil masih dalam tahap pendataan oleh petugas di lapangan.

“Saat ini kami masih melakukan pendataan terkait jumlah rumah dan jembatan yang terdampak serta estimasi kerugian akibat bencana ini,” tambahnya.

Keterangan dari warga setempat menyebutkan, banjir bandang terjadi pada dini hari, sekitar pukul 00.00 hingga 02.00 WIB. Air sungai yang meluap dengan cepat membuat sebagian warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga mereka.

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pemalang mengambil langkah cepat dengan menetapkan status tanggap darurat bencana. Keputusan ini disampaikan langsung oleh Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, pada Sabtu siang.

“Pemerintah Kabupaten Pemalang secara resmi menetapkan status tanggap darurat bencana,” kata Bupati Anom Widiyantoro.

Menurutnya, penetapan status tersebut bertujuan untuk mempercepat penanganan darurat serta mempermudah koordinasi lintas sektor dalam proses pemulihan pascabencana. Dengan status tanggap darurat, pemerintah daerah dapat lebih leluasa mengerahkan sumber daya, baik personel, logistik, maupun bantuan lainnya.

“Langkah ini kami ambil guna mempercepat proses penanganan darurat dan pemulihan wilayah terdampak,” jelasnya.

Saat ini, Pemkab Pemalang juga memprioritaskan keselamatan warga dengan memastikan tidak ada korban jiwa serta menjamin pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, seperti pangan, air bersih, dan layanan kesehatan.

Di tengah peringatan hari jadi daerah, bencana ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang kian sering terjadi. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama yang tinggal di kawasan rawan banjir dan longsor.

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X