Catatan waktu terbaik 1 menit 44,860 detik belum cukup untuk mengamankan tempat di 14 besar. Alhasil, pembalap Honda Team Asia ini harus berjuang lebih keras pada sesi berikutnya.
Start Agresif, Veda Langsung Tembus Lima Besar
Sejak awal sesi, Veda langsung menunjukkan performa agresif. Ia memacu motornya dengan penuh percaya diri dan sempat menembus posisi lima besar. Aksinya di lintasan teknis Jerez menarik perhatian banyak pihak.
Selain itu, ia mampu bersaing dengan pembalap tuan rumah seperti Adrian Fernandez. Duel ketat tersebut menunjukkan bahwa Veda memiliki kecepatan dan mental bertarung yang kuat di level dunia.
Namun, persaingan Moto3 dikenal sangat ketat. Selisih waktu antar pembalap sangat tipis, sehingga perubahan posisi terjadi dengan cepat.
Persaingan Memanas, Posisi Veda Mulai Turun
Memasuki pertengahan sesi, situasi mulai berubah. Pembalap Spanyol, Maximo Quiles, tampil dominan dan mencatatkan waktu tercepat 1 menit 44,078 detik.
Di sisi lain, Veda mulai kehilangan momentum. Ia sempat bertahan di posisi sembilan, namun kemudian turun ke posisi 11. Setelah itu, ia terus kehilangan posisi hingga keluar dari zona aman Q2.
Selisih waktu yang mendekati satu detik dari posisi terdepan menjadi sinyal bahwa Veda masih perlu meningkatkan performa. Faktor setting motor dan strategi ban kemungkinan besar memengaruhi hasil tersebut.
Insiden Lintasan Ganggu Performa
Tidak hanya soal kecepatan, sesi ini juga diwarnai berbagai insiden. Bendera kuning sempat muncul setelah Eddie O'Shea mengalami kendala teknis. Selain itu, Scott Ogden terjatuh dan memicu gangguan di lintasan.
Akibatnya, beberapa lap penting milik Veda tidak dihitung. Kondisi ini jelas merugikan, karena ia kehilangan kesempatan untuk mempertajam catatan waktu.
Kemudian, pada lima menit terakhir, tensi persaingan semakin meningkat. Valentin Perrone dan David Munoz saling berebut posisi teratas. Namun, Maximo Quiles kembali mengunci posisi tercepat.
Sementara itu, Veda terjebak dalam kepadatan lintasan atau traffic. Situasi tersebut membuatnya gagal menemukan ruang ideal untuk mencatat waktu lebih baik.
Evaluasi Tim dan Peluang Bangkit
Meski hasil belum sesuai harapan, tim tetap melihat potensi besar dari Veda. Manajer tim, Hiroshi Aoyama, memberikan evaluasi positif.
Menurut Aoyama, Veda menunjukkan kerja keras selama jeda kompetisi sebelumnya. Tim juga telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi karakter sirkuit Jerez yang teknis.
Selain itu, ia menegaskan bahwa tim akan fokus memperbaiki detail kecil. Penyesuaian setup motor dan strategi slipstream menjadi kunci untuk meningkatkan performa.
Fokus ke Sesi Berikutnya
Kini, Veda masih memiliki peluang untuk bangkit. Ia akan kembali turun pada sesi berikutnya untuk memperbaiki posisi dan mengejar tiket ke kualifikasi utama.
Sirkuit Jerez menuntut presisi tinggi dan keberanian dalam mengambil risiko. Oleh karena itu, Veda perlu memaksimalkan setiap lap dan memanfaatkan slipstream dengan lebih efektif.
Jika ia mampu menemukan ritme terbaik, peluang untuk menembus Q2 masih terbuka. Dukungan tim dan pengalaman di lintasan menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan ini.
Hasil Free Practice 2 Moto3 Spanyol 2026 menunjukkan betapa ketatnya persaingan di kelas ringan ini. Veda Ega Pratama sempat tampil menjanjikan, namun berbagai faktor membuatnya harus puas di posisi ke-16.
Meski demikian, peluang belum tertutup. Dengan evaluasi tepat dan strategi yang lebih matang, Veda masih bisa bangkit dan memberikan hasil terbaik untuk Indonesia.
Pantau terus informasi dan berita terbaru serta akurat hanya di SUAROMINANG.CO
Editor : Putra Piasaulu