Rabu, 3 Juni 2026

Kurs Riyal Naik ke Rp4.606, Ini Panduan Penting untuk Jemaah Haji 2026

Photo Author
Administrator, SuaroMinang.co
- Minggu, 26 April 2026 | 15:44 WIB
Kurs Riyal Naik ke Rp4.606, Ini Panduan Penting untuk Jemaah Haji 2026
Kurs Riyal Naik ke Rp4.606, Ini Panduan Penting untuk Jemaah Haji 2026

JAKARTA — Nilai tukar riyal Arab Saudi terhadap rupiah terus menunjukkan penguatan menjelang puncak musim haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Kondisi ini menjadi perhatian penting bagi jemaah haji Indonesia yang bersiap memenuhi kebutuhan finansial selama berada di Tanah Suci.

Pergerakan Kurs Riyal Menguat Jelang Puncak Musim Haji


Bank Indonesia merilis kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) per 24 April 2026 sebesar Rp4.606,55 per riyal. Angka ini mencerminkan tren kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Pada awal pekan, nilai tukar masih berada di level Rp4.579,05 per riyal, lalu terus merangkak naik hingga menembus Rp4.600.

Peningkatan ini terjadi karena permintaan riyal meningkat signifikan. Jemaah haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia, aktif membeli mata uang tersebut untuk kebutuhan selama ibadah.

Perbandingan Kurs dengan Arab Saudi


Selain acuan dari Bank Indonesia, jemaah juga perlu memperhatikan kurs yang berlaku di Arab Saudi. Saudi Central Bank menetapkan nilai tukar pada Minggu (26/4/2026) di level Rp4.761,90 per riyal.

Perbedaan ini menunjukkan selisih cukup signifikan. Oleh karena itu, jemaah perlu merencanakan penukaran uang dengan cermat. Jika jemaah menukar uang di Indonesia, mereka berpotensi mendapatkan nilai yang lebih kompetitif dibandingkan saat menukar langsung di Tanah Suci.

Pergerakan Jemaah Haji Indonesia Terus Meningkat


Pemerintah terus memberangkatkan jemaah haji secara bertahap. Hingga 26 April 2026, sebanyak 28.274 jemaah haji Indonesia sudah berangkat ke Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, 17.747 jemaah telah tiba di Madinah.

Selanjutnya, jemaah akan mulai bergerak menuju Makkah pada 1 Mei 2026. Pergerakan ini diperkirakan akan semakin meningkatkan kebutuhan transaksi menggunakan riyal, sehingga permintaan mata uang tersebut tetap tinggi dalam waktu dekat.

Rincian Kurs Riyal di Bank Indonesia


Jemaah haji dapat membandingkan kurs dari berbagai bank nasional sebelum menukar uang. Setiap bank menawarkan harga beli dan jual yang berbeda, tergantung jenis transaksi seperti e-rate, TT counter, maupun bank notes.

Kurs Riyal di BCA

PT Bank Central Asia Tbk menetapkan harga beli riyal sekitar Rp4.308 dan harga jual Rp4.632 untuk e-rate. Untuk TT counter, bank ini menawarkan harga beli Rp4.538 dan harga jual Rp4.647. Sementara itu, transaksi bank notes berada di kisaran beli Rp4.519 dan jual Rp4.674.

Kurs Riyal di Bank Mandiri

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menetapkan special rate dengan harga beli Rp4.598 dan jual Rp4.617. Untuk TT counter dan bank notes, bank ini mematok harga beli Rp4.383 dan harga jual Rp4.785 per riyal.

Kurs Riyal di BRI

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menawarkan e-rate dengan harga beli Rp4.551 dan jual Rp4.624. Pada TT counter, BRI menetapkan harga beli Rp4.538 dan harga jual Rp4.628.

Kurs Riyal di BNI

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menetapkan special rate dengan harga beli Rp4.579 dan jual Rp4.609. Untuk TT counter, harga beli berada di Rp4.411 dan harga jual Rp4.761. Sementara bank notes berada di kisaran beli Rp4.376 dan jual Rp4.796.

Tips Menukar Riyal untuk Jemaah Haji


Agar tidak mengalami kerugian saat bertransaksi, jemaah haji sebaiknya memperhatikan beberapa hal penting. Pertama, bandingkan kurs antarbank sebelum menukar uang. Selisih kecil bisa berdampak besar jika jumlah yang ditukar cukup besar.

Kedua, lakukan penukaran secara bertahap. Strategi ini membantu mengurangi risiko fluktuasi nilai tukar. Ketiga, hindari menukar uang dalam jumlah besar di bandara atau lokasi wisata karena biasanya menawarkan kurs yang kurang kompetitif.

Selain itu, jemaah juga perlu membawa kombinasi uang tunai dan kartu debit atau kredit internasional untuk fleksibilitas transaksi selama di Arab Saudi.

Prospek Kurs Riyal ke Depan


Penguatan riyal diperkirakan masih berlanjut selama musim haji berlangsung. Tingginya permintaan dari jutaan jemaah global menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan nilai tukar.

Namun demikian, pergerakan kurs tetap bergantung pada kondisi global, termasuk nilai tukar dolar AS dan kebijakan moneter internasional. Oleh karena itu, jemaah dan masyarakat perlu terus memantau perkembangan terbaru sebelum melakukan transaksi valuta asing.

 

 




Pantau terus berita terbaru, informasi akurat, dan perkembangan terkini hanya di suarominang.co. Jangan lewatkan update penting setiap harinya untuk tetap terinformasi dan waspada.

Sumber : Bisnis.com
Editor : Putra Piasaulu

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X