Rabu, 3 Juni 2026

Suhu Makkah dan Madinah Terus Naik, Puncak Haji Diprediksi Super Panas

Photo Author
Administrator, SuaroMinang.co
- Senin, 27 April 2026 | 09:17 WIB
Suhu Makkah dan Madinah Terus Naik, Puncak Haji Diprediksi Super Panas
Suhu Makkah dan Madinah Terus Naik, Puncak Haji Diprediksi Super Panas

NASIONAL - Musim haji tahun ini bertepatan dengan awal musim panas di Arab Saudi. Kondisi ini membuat suhu udara terus meningkat dan berpotensi mencapai titik ekstrem saat fase puncak ibadah haji. Jamaah diminta meningkatkan kewaspadaan sejak awal keberangkatan hingga seluruh rangkaian ibadah selesai.

Suhu Mulai Meningkat di Madinah dan Makkah


Data cuaca resmi pemerintah Arab Saudi menunjukkan suhu udara di Madinah pada Minggu (26/4) mencapai 36 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan sekitar 54 persen. Dalam beberapa hari ke depan, suhu diperkirakan terus naik dan berada di kisaran 33 hingga 41 derajat Celsius.

Peningkatan suhu ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Cuaca panas mulai terasa sejak akhir April dan terus meningkat memasuki Mei.

Prediksi menunjukkan suhu tertinggi di Madinah akan terjadi pada awal Mei, dengan angka menyentuh 41 derajat Celsius.

Sementara itu, kondisi di Makkah juga tidak jauh berbeda. Pada hari yang sama, suhu udara di kota suci tersebut mencapai 38 derajat Celsius dengan kelembapan lebih tinggi, yakni sekitar 70 persen. Dalam 10 hari ke depan, suhu di Makkah berkisar antara 35 hingga 39 derajat Celsius.

Kombinasi suhu tinggi dan kelembapan yang cukup tinggi membuat kondisi terasa lebih panas dan berisiko bagi kesehatan jamaah, terutama yang tidak terbiasa dengan cuaca ekstrem.

Puncak Haji Jadi Tantangan Terbesar


Meski suhu saat ini sudah cukup tinggi, tantangan sebenarnya justru akan muncul saat fase puncak haji. Berdasarkan data beberapa tahun terakhir, suhu udara di Makkah menjelang akhir Mei dapat melampaui 45 derajat Celsius.

Bahkan, dalam kondisi tertentu, suhu bisa melonjak hingga 47 sampai 48 derajat Celsius. Cuaca ekstrem seperti ini berpotensi memicu gangguan kesehatan serius, terutama heatstroke atau serangan panas.

Heatstroke terjadi ketika tubuh tidak mampu mengatur suhu internal akibat paparan panas berlebih. Kondisi ini bisa menyebabkan dehidrasi parah, kehilangan kesadaran, hingga risiko kematian jika tidak ditangani dengan cepat.

Faktor Geografis Perparah Suhu


Perbedaan suhu antara Madinah dan Makkah juga dipengaruhi oleh letak geografis. Madinah berada sekitar 400 kilometer di utara Makkah. Saat musim panas, posisi matahari bergeser ke belahan bumi utara, sehingga wilayah seperti Madinah menerima paparan panas lebih intens.

Selain itu, karakteristik wilayah gurun di Arab Saudi memperparah kondisi suhu ekstrem. Minimnya vegetasi dan kelembapan alami membuat panas lebih cepat meningkat di siang hari.

Jamaah Harus Siapkan Diri Sejak Dini


Kondisi ini menuntut jamaah haji untuk mempersiapkan diri secara maksimal. Mereka tidak bisa hanya mengandalkan stamina, tetapi juga harus memahami cara menjaga kesehatan selama menghadapi suhu tinggi.

Beberapa langkah penting yang harus dilakukan antara lain:

  • Mengonsumsi air secara rutin untuk mencegah dehidrasi

  • Menggunakan pelindung seperti payung, topi, atau kacamata hitam

  • Menghindari aktivitas di bawah sinar matahari langsung dalam waktu lama

  • Menggunakan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat

  • Segera beristirahat jika merasa pusing atau lemas


Petugas haji juga diharapkan aktif mengingatkan jamaah untuk menjaga kondisi tubuh. Edukasi terkait bahaya heatstroke harus terus dilakukan agar jamaah lebih waspada.

Pemerintah dan Petugas Siapkan Antisipasi


Pemerintah Indonesia bersama otoritas Arab Saudi biasanya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi. Mereka menyediakan fasilitas kesehatan, tenda berpendingin, hingga distribusi air minum di berbagai titik.

Namun, upaya ini tidak akan maksimal tanpa kesadaran dari masing-masing jamaah. Disiplin menjaga kesehatan menjadi kunci utama agar ibadah haji dapat berjalan lancar dan aman.

Keselamatan Jadi Prioritas Utama


Ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental. Cuaca ekstrem menjadi salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapi jamaah setiap tahunnya.

Dengan memahami kondisi cuaca sejak awal, jamaah dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat. Kewaspadaan terhadap suhu tinggi bukan sekadar imbauan, tetapi menjadi bagian penting dari keselamatan selama menjalankan ibadah.

 

 




Pantau terus berita terbaru, informasi akurat, dan perkembangan terkini hanya di suarominang.co. Jangan lewatkan update penting setiap harinya untuk tetap terinformasi dan waspada.

Editor : Putra Piasaulu

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X