Batam, suarominang.co — Pemerintah Kota Batam menegaskan keseriusannya dalam mengawasi aktivitas penambangan pasir di kawasan Nongsa, terutama di sekitar jalur strategis menuju Bandara Internasional Hang Nadim.
Pengawasan ini dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan. Pemerintah juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan tata ruang di wilayah yang dinilai memiliki nilai strategis bagi pertumbuhan kota.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam, Rudi Panjaitan, menyampaikan bahwa tindakan pengawasan hingga pemberian teguran kepada pihak terkait merupakan bagian dari upaya menjaga ketertiban umum.
Menurutnya, aktivitas penambangan yang tidak terkendali berpotensi merusak lingkungan dan mengganggu penataan kawasan, terutama di wilayah yang menjadi pintu masuk utama kota.
“Pemerintah ingin memastikan pembangunan di Batam berjalan sesuai aturan, dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan tata ruang,” ujarnya.
Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah tidak akan mentolerir aktivitas yang berpotensi merusak kawasan strategis. Selain itu, pengawasan akan terus diperkuat agar kegiatan usaha tetap berjalan sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.
Dengan kebijakan ini, Pemko Batam berharap kawasan Nongsa tetap terjaga, baik dari sisi lingkungan maupun fungsi strategisnya sebagai salah satu gerbang penting kota.