Batam suarominang.co - Warga Tiban Kampung, Kelurahan Tiban Lama, Kecamatan Sekupang, Batam, kesal dengan pemadaman listrik bergilir yang terjadi selama dua minggu terakhir. Pemadaman ini terjadi tanpa pemberitahuan dari PLN Batam, sehingga membuat warga kebingungan dan khawatir.
Menurut warga, pemadaman listrik disebabkan oleh kelebihan beban (overload) pada trafo di wilayah tersebut. Hal ini membuat kapasitas trafo tidak mampu lagi mendistribusikan listrik ke rumah-rumah warga.
Warga mengeluhkan dampak pemadaman listrik ini, seperti rusaknya perangkat elektronik dan terganggunya aktivitas sehari-hari. Mereka juga kesal karena PLN Batam tidak memberikan informasi yang jelas tentang pemadaman listrik ini.
"Apa yang sebenarnya terjadi dengan PLN ini? Listrik tiba-tiba mati, tiba-tiba hidup. Ini bisa membuat perangkat elektronik di rumah kita rusak," ujar Basir, salah satu warga Tiban Kampung.
"Kenapa PLN tidak memberikan informasi kepada masyarakat? Jangan giliran terlambat meteran dicabut, terlambat satu hari langsung denda. Enak di dia aja," tambah Basir.
Warga telah mencoba menghubungi PLN Batam melalui Call Center 123 dan mendatangi kantor PLN di Sei Harapan, namun tidak mendapatkan jawaban yang jelas. Pihak PLN hanya mengatakan bahwa pemadaman terjadi karena overload dan menyarankan warga untuk mencari informasi lebih lanjut di bagian distribusi.
Warga juga telah mengonfirmasi kepada perangkat RT di Tiban Kampung, yang menyatakan bahwa pemadaman terjadi karena overload dan PLN sedang mencari lokasi untuk memasang trafo baru.
Warga berharap PLN Batam dapat segera menyelesaikan masalah ini dan memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat.
Buruk pelayanan PLN Batam harus menjadi perhatian oleh pimpinan PLN Batam,agar tidak merugikan pelanggan pengguna jasa Listrik di Batam.
Mereka juga meminta PLN Batam untuk meningkatkan kualitas pelayanannya agar tidak terulang kembali kejadian seperti ini.