Batam, suarominang.co - Kota Batam yang terkenal sebagai kota industri dan wisata, akhir-akhir ini menjadi sorotan publik ketika hujan turun. Hujan deras yang mengguyur kota ini dalam waktu singkat langsung memicu banjir di berbagai wilayah. Hampir di setiap sudut kota, hujan deras selalu membawa genangan air.
Sabtu (25/5), sebuah video yang beredar di media sosial dan grup-grup WhatsApp menunjukkan kondisi banjir di Tembesi Tower, Kecamatan Sagulung. Video tersebut memperlihatkan warga menggunakan perahu untuk beraktivitas di atas banjir, karena akses jalan darat sudah terputus. Banjir juga menyebabkan kemacetan di beberapa ruas jalan utama kota, dan banyak kendaraan yang mogok setelah menerobos genangan air.
Pesatnya pembangunan kota Batam seharusnya diimbangi dengan sistem drainase yang memadai. Hal ini untuk mencegah terjadinya banjir di setiap ruas jalan utama dan perumahan di kota Batam.
Beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab banjir di Batam antara lain:
• Perubahan tata guna lahan:
penebangan hutan yang tidak terkendali, dan bahkan hutan lindung yang ditebang untuk lahan, baik oleh pengembang maupun masyarakat yang membuka lahan perkebunan dan rumah liar.
• Kurangnya kesadaran masyarakat:
Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama dalam membuang sampah, memperparah sistem drainase yang sudah buruk.
• Kapasitas drainase yang tidak memadai: Sistem drainase yang ada di Batam saat ini tidak mampu menampung debit air hujan yang tinggi, sehingga mudah meluap dan menyebabkan banjir.
Jika kondisi ini terus berlanjut, dikhawatirkan banjir di Batam akan semakin parah. Pemerintah Kota Batam harus segera mengambil langkah-langkah tegas untuk mengatasi masalah ini.