nasional

Sopir Taksi Konvensional Punggur Curhat ke Sekda Soal Persaingan dengan Taksi Online

Rabu, 19 Juni 2024 | 06:14 WIB

Batam, suarominang.co - Sekda Pemko Batam Jefridin Hamid mengadakan pertemuan dengan puluhan sopir taksi konvensional Telaga Punggur di Batam Centre pada Selasa (18/6/2024). Pertemuan ini untuk mendengarkan aspirasi dan keluh kesah para sopir taksi konvensional terkait persaingan mereka dengan taksi online.

Tarigan, Ketua Forum Taksi Punggur, menyampaikan bahwa mereka ingin mencari nafkah dengan aman dan nyaman. Ia mengatakan bahwa para sopir taksi konvensional sering terlibat perselisihan dengan sopir taksi online, meskipun mereka tidak
menginginkannya.

"Malam ini kami berterima kasih kepada Pak Sekda yang bersedia bertemu dengan kami dan mendengarkan curhatan kami," ujar Tarigan. "Kami tahu Pak Jefridin sangat sibuk, namun beliau meluangkan waktu untuk menemui kami. Terima kasih, Pak Jef," imbuhnya.

Syaiful, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Kepulauan Riau, menambahkan bahwa keributan antara taksi online dan taksi konvensional terjadi karena rebutan penumpang. Ia mengatakan bahwa taksi online sering memasuki wilayah operasi taksi konvensional, seperti bandara dan pelabuhan.
"Lebih jauh, hal ini disebabkan oleh masalah kuota taksi online yang tidak dibatasi," jelas Syaiful. "Perusahaan aplikator bebas merekrut driver taksi online tanpa batas, sehingga jumlahnya menjadi berlebihan."

Syaiful mengusulkan agar Pemprov Kepri membatasi jumlah kuota taksi online di Batam. Ia mengatakan bahwa perlu dilakukan survei untuk menentukan berapa jumlah taksi yang ideal di Batam.

"Jika tidak ditegas, dikhawatirkan permasalahan ini tidak akan selesai," kata Syaiful. "Persaingan antar taksi akan terus terjadi dan sulit dihindari."
Menanggapi hal ini, Jefridin menghimbau agar sopir taksi konvensional dan online saling merangkul dan menjaga kondusifitas Batam. Ia mengatakan bahwa pihaknya akan membahas masalah ini dengan Kadishub Batam dan Pemprov Kepri.

"Sopir taksi konvensional dan online merupakan ujung tombak penggerak kunjungan wisatawan," ujar Jefridin. "Mari kita jaga kota Batam bersama-sama dan semoga kedepan teman-teman driver taksi dapat bekerja dengan aman dan nyaman untuk mencari nafkah keluarga"sambung Jefridin.

Berikut beberapa poin penting dari pertemuan tersebut:

1. Sopir taksi konvensional mengeluhkan persaingan dengan taksi online.
2. Persaingan ini sering menimbulkan perselisihan antar sopir.
3. Permasalahan ini disebabkan oleh kuota taksi online yang tidak dibatasi.
4. Diperlukan pembatasan kuota taksi online di Batam.
5. Pemko Batam akan membahas masalah ini dengan Kadishub Batam dan Pemprov Kepri.

Kesimpulan:

Pertemuan antara Sekda Batam dan sopir taksi konvensional diharapkan dapat menjadi solusi untuk menyelesaikan permasalahan persaingan antara taksi konvensional dan taksi online. Pembatasan kuota taksi online di Batam menjadi salah satu solusi yang diusulkan untuk menciptakan kondisi yang kondusif bagi kedua belah pihak.

Tags

Terkini