nasional

Ormas Melayu di Batam Klarifikasi Tudingan Dukungan terhadap PSN Rempang Eco City

Minggu, 2 Februari 2025 | 14:29 WIB

Batam, suarominang.co – Sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Melayu di Batam menyampaikan protes keras atas pencatutan nama mereka dalam siaran pers Polresta Barelang terkait proyek strategis nasional (PSN) Rempang Eco City. Ormas-ormas tersebut menegaskan bahwa mereka tidak menghadiri pertemuan yang disebut dalam rilis tersebut dan tetap berada di pihak masyarakat yang menolak proyek tersebut.

Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam, Raja Muhammad Amin, menegaskan bahwa pihaknya memang diundang oleh Polresta Barelang, namun mereka memutuskan untuk tidak hadir. "Kami berlaku adil. Ketika diundang Polda Kepri untuk membahas proyek ini, kami juga tidak hadir," ujarnya pada Jumat, 31 Januari 2025.

LAM Kota Batam tetap berkomitmen mendukung masyarakat Rempang yang menolak PSN Rempang Eco City dan meminta pemerintah meninjau kembali proyek tersebut. "Kami tidak hadir dalam acara itu, tetapi dalam siaran pers Polresta Barelang, nama kami tercantum seolah hadir. Ini perlu diklarifikasi," tambah Raja.

Sikap serupa juga disampaikan oleh Aliansi Masyarakat Rempang Galang Bersatu (Amar GB). Ketua Amar GB, Ishaka, menegaskan bahwa pencatutan nama organisasinya sangat merugikan perjuangan masyarakat Rempang. "Kami mendesak Polresta Barelang untuk fokus mengusut tuntas kasus penyerangan terhadap warga yang dilakukan pekerja PT Makmur Elok Graha (MEG) pada 18 Desember 2024

Sumber : tempo.co

Tags

Terkini