suarominang.co, BATAM - BP Batam akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait polemik yang berkembang di masyarakat mengenai sulitnya mendirikan masjid di perumahan Central Hills Batam.
Warga perumahan tersebut telah mengajukan permohonan hibah lahan kepada BP Batam untuk dijadikan tempat ibadah, namun hingga saat ini belum ada kejelasan atau tindak lanjut dari pihak terkait.
Polemik ini bermula ketika sejumlah warga mengeluhkan bahwa pengembang perumahan dan pemilik lahan kurang memberikan perhatian terhadap kebutuhan fasilitas umum, termasuk tempat ibadah. Hal ini menyebabkan warga harus mencari tempat ibadah yang cukup jauh dari perumahan mereka.
Meskipun demikian, warga tetap berharap agar BP Batam dan pihak pengembang dapat bekerja sama untuk mencari solusi yang terbaik.
Dalam pernyataan resminya, BP Batam menyebutkan bahwa mereka sedang dalam proses meninjau permohonan hibah lahan yang diajukan oleh warga. BP Batam juga berkomitmen untuk mencari solusi yang terbaik demi memenuhi kebutuhan warga akan fasilitas umum, termasuk tempat ibadah.
Namun, BP Batam juga meminta kesabaran dari warga karena proses ini memerlukan waktu dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.
Selain itu, BP Batam menegaskan bahwa pihaknya selalu berupaya untuk mendukung pembangunan fasilitas umum di berbagai perumahan yang ada di Batam.
Mereka juga menghimbau kepada pengembang perumahan untuk lebih memperhatikan kebutuhan warga akan fasilitas umum dan bekerja sama dengan BP Batam dalam proses perencanaan dan pembangunan.
Warga perumahan Central Hills Batam sangat berharap agar polemik ini dapat segera diselesaikan dan mereka dapat memiliki tempat ibadah yang dekat dan mudah diakses. Mereka juga menyatakan kesediaan untuk berpartisipasi aktif dalam proses perencanaan dan pembangunan masjid tersebut.