nasional

Israel Lancarkan Serangan Udara, 55 Tewas di Gaza: Situasi Kemanusiaan Semakin Mencekam

Senin, 28 April 2025 | 02:31 WIB

suarominang.co - Gaza City, Palestina – Ketegangan yang semakin memuncak antara Israel dan kelompok Hamas kembali menyebabkan korban jiwa setelah militer Israel melancarkan serangan udara besar-besaran di Gaza pada hari Minggu pagi ( 27/04/2025 ). Serangan ini menewaskan setidaknya 55 orang, sebagian besar di antaranya adalah warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak. Sumber medis setempat melaporkan bahwa lebih dari 150 orang lainnya terluka dalam serangkaian serangan udara yang menargetkan fasilitas militer Hamas serta bangunan sipil yang terletak di beberapa titik strategis di Gaza.


Serangan ini merupakan balasan Israel terhadap serangan roket yang diluncurkan oleh Hamas ke wilayah Israel beberapa hari sebelumnya, yang menyebabkan kerusakan material dan beberapa korban luka. Meski Israel mengklaim bahwa serangan ini dilakukan untuk menghancurkan infrastruktur teroris Hamas, banyak pihak yang mengkritik serangan tersebut karena melibatkan banyak korban jiwa dari kalangan sipil.



Serangan Udara Israel


Menurut juru bicara militer Israel, serangan udara yang dilakukan melibatkan sejumlah pesawat tempur dan drone yang menghancurkan bangunan-bangunan yang dianggap sebagai markas besar Hamas, serta beberapa situs yang diduga digunakan untuk penyimpanan senjata. "Kami menargetkan fasilitas yang digunakan oleh kelompok teroris Hamas untuk merencanakan dan melaksanakan serangan terhadap warga sipil Israel," ujar juru bicara militer Israel dalam sebuah pernyataan resmi.


Namun, pihak otoritas Gaza mengonfirmasi bahwa serangan udara ini juga menghancurkan sejumlah rumah warga, pasar, dan sekolah, yang menyebabkan banyaknya korban jiwa di kalangan warga sipil. Sejumlah saksi mata mengungkapkan bahwa bangunan yang dihantam bom mengalami kerusakan parah, dan mayat-mayat ditemukan di bawah reruntuhan bangunan.



Respons Internasional


Serangan ini memicu reaksi keras dari komunitas internasional. Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan kelompok-kelompok hak asasi manusia menyatakan keprihatinannya atas tingginya jumlah korban jiwa dan dampaknya terhadap penduduk sipil. Sementara itu, Uni Eropa mengeluarkan pernyataan yang mengecam penggunaan kekerasan yang berlebihan terhadap warga sipil dan menyerukan agar kedua belah pihak segera menghentikan eskalasi kekerasan.


"Kami menyerukan Israel untuk mematuhi hukum internasional, dan untuk menghindari serangan terhadap sasaran yang melibatkan warga sipil. Selain itu, kami juga meminta Hamas untuk menghentikan serangan roket yang membahayakan nyawa warga sipil Israel," kata pejabat tinggi Uni Eropa dalam konferensi pers.



Reaksi Hamas


Hamas, yang mengendalikan wilayah Gaza, segera membalas serangan udara Israel dengan meluncurkan puluhan roket menuju wilayah selatan Israel. Meski tidak ada laporan resmi mengenai korban jiwa di pihak Israel, beberapa bangunan di kota-kota dekat Gaza dilaporkan mengalami kerusakan akibat roket tersebut. Hamas mengklaim bahwa serangan balasan ini adalah upaya untuk membela diri dari agresi Israel yang semakin intensif.


"Israel telah melanggar segala batasan kemanusiaan dengan meluncurkan serangan udara yang membabi buta. Kami tidak akan diam dalam menghadapi serangan ini. Gaza akan tetap melawan," ujar seorang juru bicara Hamas.



Krisis Kemanusiaan di Gaza


Selain meningkatnya ketegangan politik, serangan ini semakin memperburuk kondisi kemanusiaan di Gaza yang sudah sangat buruk akibat blokade yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Rumah sakit di Gaza dilaporkan kewalahan menghadapi jumlah korban yang terus bertambah. Beberapa rumah sakit dilaporkan kehabisan persediaan obat-obatan dan alat medis penting, sementara layanan dasar seperti air bersih dan listrik semakin sulit diakses oleh warga Gaza.


PBB dan organisasi kemanusiaan lainnya meminta akses kemanusiaan segera diberikan ke Gaza untuk membantu mereka yang terdampak oleh serangan ini. "Kami meminta Israel dan Hamas untuk menghentikan pertempuran dan memberikan akses kepada tim medis untuk merawat korban yang membutuhkan perawatan segera," kata pejabat dari Komite Palang Merah Internasional (ICRC).



Harapan Perdamaian yang Semakin Tipis


Bagi banyak warga Gaza, serangan ini menambah ketidakpastian dan penderitaan yang sudah mereka alami sejak konflik dimulai. Keluarga-keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta, serta mereka yang terluka, kini harus berjuang untuk bertahan hidup di tengah kekerasan yang tak kunjung reda.


Di sisi lain, banyak pihak yang berharap agar serangan ini menjadi pengingat bagi komunitas internasional untuk lebih serius dalam mencari solusi jangka panjang bagi konflik Israel-Palestina. Namun, dengan semakin intensifnya serangan dan saling serang, harapan untuk tercapainya perdamaian dalam waktu dekat semakin menipis.

Tags

Terkini