nasional

Keluarga Besar Rumah Gadang, Wadah Menghimpun Masyarakat Asal Sumatera Barat Di Kepri

Senin, 12 Mei 2025 | 03:23 WIB

Masyarakat minang yang bermukim di Kepulauan Riau (Kepri) membuat sebuah awal baru berdirinya Keluarga Besar Rumah Gadang (KBRG), sebuah paguyuban dari berbagai organisasi masyakata minang yang bermukim di tujuh kabupaten dan kota di propinsi kepulauan riau berkumpul dan bersatu serta bersepakatan atas hasil musyawarah bersama yang dilaksanakan dalam musyawarah besar pertama yang digelar di Pacific Palace Hotel, Batam, Minggu (11/5/2025).

Mubes yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini dihadiri perwakilan delapan organisasi Minang dari tujuh kabupaten/kota se-Kepri, serta dibuka langsung oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo. Organisasi-organisasi yang tergabung dalam forum ini antara lain IKSB Batam, Minang Sakato dan Minang Saiyo (Bintan), PKSB Karimun, Himpunan Keluarga Minang Sakato (Natuna), IKSB Lingga, IKSB Anambas, dan IKSB Pulau Kundur.

Proses pemilihan ketua berlangsung secara musayawarah mufakat. Dari empat nama calon yang muncul serta diusulkan oleh beberapa organisasi yang hadir yakni AKBP (purn) Muhammad Marion, H. Nurman, Syaiful Badri, dan Syaiful. seluruhnya peserta musyawarah besar ini sepakat menunjukan H. Nurman sebagai Ketua Umum KBRG pertama. Nurman akan memimpin organisasi ini untuk periode lima tahun ke depan, sekaligus menjadi ketua tim formatur yang terdiri dari 13 orang mewakili seluruh unsur penggagas.

Iskandar Yakoeb sebagai salah seorang tokoh minang dan juga mantan ketua IKSB Kota Batam menyatakan bahwa ini adalah momentum bersejarah bagi masyarakat minang di rantau khususnya di kepualauan riau. Beliau juga menyebutkan bahwa meski belum sepenuhnya diterima oleh semua pihak, paguyuban ini dibentuk atas dasar niat baik untuk menyatukan perantau Minang yang tersebar di pulau-pulau Kepri. “Kritik itu penting, tapi jangan sampai memadamkan semangat untuk bersatu,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Ketua Steering Committee, Syaiful Badri, yang memimpin sidang Mubes. Ia menegaskan bahwa KBRG bukanlah organisasi eksklusif, melainkan wadah terbuka untuk menjalin silaturahmi antarsesama perantau.

Sementara itu, Ketua terpilih H. Nurman menegaskan bahwa KBRG bukan induk dari organisasi Minang yang telah ada, melainkan forum koordinasi untuk mempererat hubungan dan komunikasi. “Kita kuat, tapi tersebar. KBRG hadir sebagai jembatan agar silaturahmi tetap terjaga,” ujar pengusaha asal Tanjungpinang itu.

Dalam sambutannya, Gubernur Mahyeldi menyampaikan apresiasi atas terbentuknya KBRG dan menyebut para perantau sebagai “etalase Minang” di luar kampung halaman. Ia juga mendorong perantau untuk tetap membangun Kepri sembari menjaga nilai-nilai budaya Minang.

“Silakan cari rezeki di rantau, bangun Kepri, dan jadilah duta budaya Minang di manapun berada,” pesan Mahyeldi, yang akrab disapa Buya.

Dengan berdirinya KBRG, harapan baru pun tumbuh bagi warga Minang di Kepri untuk membangun kekuatan sosial, budaya, dan ekonomi melalui semangat persatuan dan silaturahmi

Wakil Gubernur Kepualuan Riau Nyanyang Haris Pratamura mewakili Gubernur Kepulauan Riau turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dengan membawa serta rombongan para pimpinan kepala dinas dan badan dilingkup pemerintah propinsi kepulauan riau. Dalam sambutan nya beliau menyampaikan turut bangga, dengan kurang lebih 10% populasi masyarakat asal sumatera barat di kepri, turut andil dalam membangun kepulauan riau sehingga pertumbuhan ekonomi yang dicapai saat ini diatas rata rata secara nasional. Wagub juga berharap, jangan semua apa yang dihasil dibawa ke kampung halaman, bangun juga kepri secara bersama.

Turut hadir dalam acara mubes tersebut, Bupati Karimun Bapak Ing Iskandarsyah, Bupati Anambas Bapak Aneng, Walikota Batam yang diwakili oleh Kadisnaker Bapak Rudi Syakiakirti, Ketua LAM Kepri serta tamu undangan lainnya.

Terkini