nasional

"Dari Hutan ke Meuligoe: Perjalanan Muzakir Manaf Menjadi Gubernur Aceh 2025"

Senin, 16 Juni 2025 | 08:16 WIB

Banda Aceh – suarominang.co, Senin (16/6) 
Nama Muzakir Manaf, atau akrab disapa Mualem, kembali menggema di seluruh penjuru Aceh. Setelah berpuluh tahun dikenal sebagai Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM), kini ia resmi menjabat sebagai Gubernur Aceh periode 2025–2030. Sebuah perjalanan luar biasa dari medan pertempuran ke meja pemerintahan.

Dari Pejuang Gerilya ke Panggung Demokrasi


Mualem memulai kiprahnya sejak bergabung dengan GAM tahun 1986. Ia dikirim ke Libya untuk mendapat pelatihan militer, dan kelak dipercaya menjadi Panglima Komando Pusat GAM menggantikan Abdullah Syafi’i yang gugur dalam konflik dengan TNI tahun 2002.

Ia menjadi tokoh penting dalam perundingan damai Helsinki tahun 2005, dan turut menutup babak sejarah militer GAM dengan membentuk Komite Peralihan Aceh (KPA) sebagai wujud rekonsiliasi.

 Memenangkan Hati Rakyat Lewat Pemilu


Pada Pilkada 2024, Muzakir Manaf maju sebagai calon gubernur berpasangan dengan Fadhlullah alias Dek Fadh. Duet ini berhasil mengalahkan pesaingnya dan meraih 53,27% suara, menunjukkan bahwa rakyat Aceh masih percaya pada kepemimpinannya.

Ia resmi dilantik pada 12 Februari 2025, menjabat sebagai Gubernur Aceh menggantikan periode-periode transisi sebelumnya.

 Tegas dalam Isu Kedaulatan Daerah


Di awal masa jabatannya, Gubernur Mualem langsung menunjukkan sikap tegas terhadap isu strategis. Ia mengecam keputusan pusat yang menetapkan empat pulau di Aceh sebagai milik Sumatera Utara, dan menyatakan bahwa Aceh memiliki "alasan kuat, bukti kuat, dan data kuat" untuk mempertahankannya.

Kami tidak akan diam bila sejarah dan wilayah kami diabaikan. Ini soal kehormatan Aceh, bukan sekadar administrasi,” ujarnya saat konferensi pers di Banda Aceh.

 Menyatukan Masa Lalu dan Masa Depan Aceh


Mualem bukan hanya simbol perjuangan masa lalu, tapi juga harapan untuk masa depan. Ia berkomitmen memperjuangkan kesejahteraan rakyat, menjaga hasil perdamaian, serta mendorong otonomi Aceh agar lebih berdaya guna untuk rakyat.

Sebagai Ketua Umum Partai Aceh dan Waliyul ‘Ahdi Wali Nanggroe, posisi Mualem kini sangat strategis dalam menyatukan jalur politik, adat, dan pembangunan ekonomi Aceh.

 Penutup


Dari hutan belantara tempat perjuangan gerilya hingga kini menduduki Meuligoe Gubernur, Muzakir Manaf telah menempuh jalan panjang dan berliku. Tapi satu hal yang tak berubah: komitmennya untuk Aceh yang bermartabat, adil, dan mandiri.

“Kami tidak ingin Aceh kembali berdarah. Kami ingin Aceh bangkit dengan kepala tegak.”

 

Tags

Terkini