nasional

Sampah Menggunung di Batam: Kinerja DLH Dipertanyakan, Warga Minta Perubahan Nyata

Selasa, 11 November 2025 | 04:51 WIB
Sampah Menggunung di Batam: Kinerja DLH Dipertanyakan, Warga Minta Perubahan Nyata

BATAM - Krisis sampah di Kota Batam kembali menjadi sorotan tajam setelah berbagai data menunjukkan peningkatan volume sampah yang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara itu, kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam dinilai belum mampu mengimbangi perkembangan kota yang terus tumbuh pesat sebagai pusat industri dan perdagangan di Kepulauan Riau.

Volume Sampah Tembus 1.200 Ton Per Hari

Berdasarkan data resmi pemerintah daerah, timbulan sampah di Kota Batam saat ini mencapai sekitar 1.200 ton per hari. Angka tersebut meningkat drastis dibanding beberapa tahun sebelumnya yang rata-rata berada pada 800–900 ton per hari.

Kenaikan volume sampah dipicu oleh pertambahan jumlah penduduk, aktivitas industri, pusat perbelanjaan, serta kawasan pemukiman baru yang terus bermunculan hampir di seluruh kecamatan.

Namun peningkatan produksi sampah ini tidak diikuti oleh peningkatan armada pengangkut yang memadai. Kondisi tersebut memperburuk tumpukan sampah di sejumlah titik, terutama di kawasan padat seperti Bengkong, Sagulung, Sekupang, hingga Batu Aji.

Warga Keluhkan Penanganan yang Lambat

Di lapangan, keluhan warga semakin sering terdengar. Banyak warga menilai DLH bergerak lambat dalam menangani tumpukan sampah yang terjadi hampir setiap hari.

“Sudah sering kami laporkan. Kadang diangkut, kadang tidak. Sampah menumpuk dua sampai tiga hari baru diangkut,” ujar salah seorang warga di Bengkong, yang mengaku kecewa dengan lambatnya respons petugas.

Tidak hanya di permukiman, kawasan pasar tradisional dan area komersial juga terlihat dipenuhi sampah yang menumpuk hingga menimbulkan bau tidak sedap.

Indikasi Pelayanan Tidak Maksimal

Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau sebelumnya juga menyoroti kinerja DLH Batam. Mereka menilai pelayanan pengangkutan sampah masih jauh dari kata optimal.

Beberapa indikasi lemahnya pelayanan antara lain:

Armada pengangkut sudah tua dan tidak memadai

Keterbatasan jumlah sopir serta petugas operasional

Pengelolaan TPS yang kurang efektif dan tidak teratur

Koordinasi antara kecamatan dan DLH yang tidak berjalan maksimal

Fakta ini memperkuat dugaan bahwa permasalahan sampah di Batam bukan hanya persoalan volume, tetapi juga masalah manajemen dan pola kerja yang belum modern.

Upaya DLH Masih Dinilai Kurang

Meski DLH Batam telah melakukan beberapa program seperti menggalakkan bank sampah, edukasi masyarakat, hingga peremajaan armada, upaya tersebut masih dinilai belum cukup menjawab persoalan besar yang terjadi.

Menurut pengamat lingkungan, Batam membutuhkan pendekatan baru dalam mengelola sampah. Program bank sampah dianggap bagus, namun belum efektif karena tidak semua warga terlibat aktif.

Sementara itu, pertambahan armada dianggap perlu dilakukan lebih cepat mengingat kapasitas saat ini tidak sebanding dengan timbulan sampah harian yang kian meningkat.

“Jika Batam ingin keluar dari masalah ini, DLH harus melakukan perubahan sistem, bukan hanya tambal sulam,” ujar seorang pemerhati lingkungan di Batam.

Masalah Sampah Mengancam Kesehatan dan Pariwisata

Persoalan sampah di Batam tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga membawa ancaman lain seperti:

Gangguan kesehatan, karena bau menyengat dan potensi munculnya vektor penyakit

Terganggunya estetika kota, khususnya di jalur utama dan kawasan wisata

Risiko pencemaran air dan tanah di titik-titik pembuangan liar

Citra pariwisata dan investasi terancam menurun

Sebagai kota industri dan gerbang wisata Kepulauan Riau, Batam semestinya memiliki standar kebersihan kota yang tinggi. Namun kondisi lapangan menunjukkan bahwa persoalan sampah justru menjadi salah satu citra negatif yang sering dikeluhkan wisatawan dan warga pendatang.

Desakan Warga: Batam Harus Bertindak Cepat

Masyarakat menilai pemerintah perlu mengambil langkah konkret dan cepat. Beberapa usulan warga antara lain:

Penambahan armada dan petugas kebersihan

Perbaikan sistem pengelolaan TPS

Pengadaan TPA atau teknologi pengolahan sampah berbasis modern

Penerapan sanksi tegas bagi warga atau pelaku usaha yang membuang sampah sembarangan

Edukasi massif dan wajib pemilahan sampah dari rumah tangga

“Batam ini kota besar. Malu rasanya kalau sampah saja tidak selesai-selesai,” ujar salah seorang pedagang di Nagoya.

Menunggu Komitmen Pemerintah

Hingga saat ini, belum terlihat adanya perubahan signifikan dalam pola pengelolaan sampah di Batam. DLH masih berfokus pada langkah teknis, sementara kebutuhan pembaruan sistem dan strategi jangka panjang belum terlihat jelas.

Masyarakat berharap pemerintah Kota Batam segera melakukan evaluasi besar-besaran terhadap pengelolaan sampah kota, serta menghadirkan solusi yang nyata, terukur, dan konsisten.

Jika tidak ada langkah cepat dan terstruktur, persoalan sampah akan terus menjadi salah satu masalah utama yang menurunkan kualitas hidup masyarakat Batam dan menghambat perkembangan kota.

Tags

Terkini