Papua, suarominang.co Film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita tengah menjadi perbincangan publik, terutama karena judulnya yang dinilai provokatif oleh sebagian kalangan. Menanggapi polemik tersebut, sutradara Cypri Paju Dale menegaskan bahwa pemilihan judul bukan tanpa makna, melainkan bagian dari pesan kritis yang ingin disampaikan melalui film tersebut.
Menurut sang sutradara, istilah “Pesta Babi” digunakan sebagai simbol untuk menggambarkan praktik eksploitasi yang dianggap rakus dan tidak manusiawi, terutama terkait persoalan sosial dan ekonomi yang menjadi tema utama dokumenter tersebut. Judul itu disebut sengaja dipilih untuk memancing diskusi publik sekaligus merefleksikan kondisi yang dinilai sebagai bentuk kolonialisme modern.
Cypri menjelaskan, film dokumenter ini tidak sekadar menghadirkan cerita biasa, tetapi menjadi medium kritik terhadap sistem yang dianggap masih menindas kelompok tertentu di era sekarang. Ia menilai kolonialisme tidak selalu hadir dalam bentuk penjajahan fisik seperti masa lampau, tetapi juga bisa muncul melalui penguasaan sumber daya, kebijakan, maupun ketimpangan kekuasaan.
Meski menuai pro-kontra, pihak pembuat film menilai perdebatan yang muncul justru menunjukkan bahwa pesan film mulai mendapat perhatian publik. Film ini diharapkan mampu membuka ruang dialog yang lebih luas mengenai isu keadilan sosial, eksploitasi, dan relasi kuasa di masyarakat modern.
Sumber : cnn Indonesia