nasional

Hari Nakba di Palestina: Luka Sejarah yang Terus Dikenang

Senin, 18 Mei 2026 | 05:47 WIB

Batam, Suarominang.co — Setiap tanggal 15 Mei, rakyat Palestina memperingati Hari Nakba (The Catastrophe atau “malapetaka”), sebuah hari yang menjadi simbol duka mendalam atas terusirnya ratusan ribu warga Palestina dari tanah kelahiran mereka pada 1948.

Peringatan ini kembali menggema di berbagai wilayah Palestina, termasuk Gaza dan Tepi Barat, serta di sejumlah negara lain yang menunjukkan solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Sejarah Singkat Hari Nakba

Hari Nakba merujuk pada peristiwa yang terjadi setelah berdirinya negara Israel pada 14 Mei 1948. Sehari setelah deklarasi tersebut, konflik bersenjata pecah antara pasukan Arab dan Israel.

Dalam periode itu, menurut banyak catatan sejarah dan lembaga internasional, sekitar 700 ribu warga Palestina terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat perang, pengusiran, dan kekerasan. Lebih dari 400 desa Palestina dilaporkan dihancurkan atau dikosongkan.

Bagi rakyat Palestina, peristiwa ini bukan sekadar sejarah, tetapi awal dari penderitaan panjang yang hingga kini belum berakhir, termasuk kehidupan di kamp pengungsian, kehilangan tanah, hingga konflik berkepanjangan.

Makna Hari Nakba

Bagi masyarakat Palestina, Hari Nakba menjadi pengingat atas:

Hilangnya tanah air dan kampung halaman

Pengungsian massal generasi pertama Palestina

Perjuangan hak untuk kembali ke tanah leluhur

Simbol perlawanan terhadap pendudukan

Setiap tahun, warga Palestina biasanya menggelar aksi damai, pawai, membawa bendera Palestina, serta mengenang keluarga yang kehilangan rumah sejak 1948.

Kondisi Saat Ini

Peringatan Hari Nakba beberapa tahun terakhir berlangsung di tengah situasi yang semakin memanas, terutama di Gaza, yang menghadapi krisis kemanusiaan akibat konflik berkepanjangan.

Banyak pihak internasional menyerukan penghentian kekerasan dan penyelesaian damai, namun hingga kini persoalan Palestina-Israel masih menjadi salah satu konflik geopolitik paling kompleks di dunia.

Hari Nakba bukan hanya tentang masa lalu, tetapi tentang luka sejarah yang menurut rakyat Palestina masih terus berlangsung hingga hari ini.

Terkini