nasional

Kuba Terima Bantuan Beras China di Tengah Krisis Energi dan Tekanan AS

Senin, 25 Mei 2026 | 15:49 WIB
Kuba Terima Bantuan Beras China di Tengah Krisis Energi dan Tekanan AS

INTERNASIONAL - Kuba kembali menerima dukungan dari China di tengah memburuknya kondisi kemanusiaan dan krisis energi yang melanda negara kepulauan Karibia tersebut. Pemerintah Kuba mengumumkan kedatangan pengiriman pertama dari total bantuan sekitar 60.000 ton beras yang dikirim Beijing untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Pengiriman 60.000 Ton Beras Perkuat Hubungan Kuba dan China


Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menyampaikan langsung kabar tersebut melalui media sosial pada Minggu waktu setempat. Ia mengatakan sebanyak 15.000 ton beras telah tiba di pelabuhan Havana sehari sebelumnya. Pemerintah Kuba menyambut bantuan itu sebagai langkah penting untuk menjaga stabilitas pasokan pangan nasional.

Selain mengapresiasi bantuan China, Diaz-Canel juga menyampaikan terima kasih kepada sejumlah anggota Parlemen Eropa yang mengecam tekanan politik dan ekonomi terhadap Kuba. Menurutnya, rakyat Kuba saat ini menghadapi situasi yang sangat berat akibat sanksi ekonomi yang terus meningkat.

Krisis Energi Semakin Memukul Kehidupan Warga Kuba


Dalam beberapa bulan terakhir, Kuba menghadapi tekanan besar setelah Amerika Serikat memperketat sanksi ekonomi di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump. Kebijakan tersebut berdampak langsung terhadap pasokan minyak dan energi di negara itu.

Kuba selama ini bergantung pada impor untuk memenuhi hampir 60 persen kebutuhan minyak nasional. Namun sejak awal tahun, pemerintah AS memperketat pembatasan terhadap pengiriman minyak menuju Kuba. Langkah itu membuat pasokan energi menurun drastis.

Akibatnya, pemadaman listrik terjadi di berbagai wilayah. Banyak layanan publik ikut terganggu, mulai dari transportasi umum hingga pelayanan kesehatan. Aktivitas masyarakat juga melambat karena keterbatasan bahan bakar dan listrik.

Menteri Energi Kuba Vicente de la O Levy bahkan mengakui bahwa persediaan minyak negara itu sempat habis pada awal bulan ini. Kondisi tersebut memperburuk situasi ekonomi yang sebelumnya sudah tertekan akibat embargo panjang Amerika Serikat.

China Perkuat Pengaruh di Kuba


Di tengah tekanan dari Washington, China terus memperkuat hubungan strategis dengan Havana. Selain mengirim bantuan pangan, Beijing juga mendukung modernisasi sektor energi Kuba.

Sebelumnya, China menyumbangkan panel surya untuk membantu memperbarui jaringan listrik Kuba yang sudah tua. Pemerintah Kuba kini berupaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus memperkuat energi terbarukan.

Langkah China itu sekaligus memperlihatkan meningkatnya pengaruh Beijing di Amerika Latin. Sementara itu, pemerintahan Trump terus berusaha membatasi ekspansi geopolitik China di kawasan tersebut.

Hubungan Kuba dan China pun semakin erat di tengah tekanan internasional. Diaz-Canel menegaskan negaranya akan terus memperkuat kerja sama dengan China, terutama pada masa sulit seperti sekarang.

“Ikatan persahabatan dan kerja sama yang berharga yang menyatukan kita semakin kuat di masa-masa kritis ini,” tulis Diaz-Canel.

Trump Tingkatkan Tekanan terhadap Kuba


Pemerintahan Donald Trump mengambil pendekatan keras terhadap Kuba sejak awal masa jabatan keduanya. Washington menilai pemerintah komunis Kuba gagal menjalankan reformasi ekonomi dan politik.

Trump bahkan menyebut Kuba sebagai “ancaman yang tidak biasa dan luar biasa” bagi Amerika Serikat. Selain itu, pemerintah AS juga mengancam sanksi terhadap negara mana pun yang memasok minyak ke Kuba.

Tekanan tersebut muncul tidak lama setelah AS meluncurkan operasi terhadap Venezuela pada Januari lalu. Setelah operasi itu berlangsung, Trump menegaskan tidak akan ada lagi aliran minyak maupun dana dari Venezuela ke Kuba.

Situasi itu membuat Kuba kehilangan salah satu sumber energi utamanya. Hingga kini, hanya satu kapal tanker Rusia yang berhasil mencapai pulau tersebut untuk membantu pasokan minyak.

Selain tekanan ekonomi, Trump juga terus mendorong perubahan politik di Kuba. Sejumlah laporan media menyebut Washington menginginkan pengunduran diri Diaz-Canel sebagai bagian dari skenario perubahan rezim.

Trump bahkan beberapa kali memberi sinyal kemungkinan tindakan militer apabila Kuba tidak memenuhi tuntutan pemerintah AS. Pernyataan tersebut meningkatkan ketegangan hubungan kedua negara.

Kuba Tolak Tekanan Maksimum AS


Meski menghadapi tekanan besar, pemerintah Kuba tetap menunjukkan sikap tegas. Diaz-Canel menilai strategi “tekanan maksimum” yang diterapkan AS bertujuan membangun narasi bahwa Kuba berada di ambang kehancuran.

Menurutnya, narasi tersebut dapat membuka jalan bagi intervensi asing terhadap Kuba. Karena itu, pemerintah Kuba memilih memperkuat kerja sama internasional dengan negara-negara mitra seperti China.

Di sisi lain, Amerika Serikat menawarkan bantuan kemanusiaan senilai 100 juta dolar AS kepada Kuba. Namun Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bantuan itu hanya akan diberikan jika Kuba menjalankan reformasi yang dianggap “berarti” oleh Washington.

Pemerintah Kuba hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda menerima syarat tersebut. Havana justru memperkuat hubungan diplomatik dan ekonomi dengan negara-negara yang menjadi rival politik Amerika Serikat.

Embargo Panjang Perburuk Ekonomi Kuba


Kuba telah menghadapi embargo perdagangan Amerika Serikat sejak 1960-an. Embargo tersebut memengaruhi pertumbuhan ekonomi, perdagangan internasional, hingga akses terhadap berbagai kebutuhan penting.

Pemerintah Kuba berulang kali menuduh embargo menjadi penyebab utama kesulitan ekonomi yang dialami rakyatnya. Sebaliknya, pejabat AS menilai masalah ekonomi Kuba muncul akibat salah urus pemerintah dan pembatasan kebebasan politik.

Kini, kombinasi embargo, krisis energi, dan tekanan geopolitik membuat kondisi kemanusiaan di Kuba semakin rentan. Karena itu, bantuan pangan dari China menjadi sangat penting bagi jutaan warga Kuba yang menghadapi keterbatasan pasokan kebutuhan pokok.

 




Pantau terus berita terbaru, informasi akurat, dan perkembangan terkini hanya di suaro minang dot co. Jangan lewatkan update penting setiap harinya untuk tetap terinformasi dan waspada.

Editor : Putra Piasaulu
Sumber : Aljazeera

Tags

Terkini