Rabu, 3 Juni 2026

Beruang Madu Kembali Berkeliaran di Kelok 44, Warga Diminta Waspada

Photo Author
Rizaldi Chan, SuaroMinang.co
- Rabu, 1 Mei 2024 | 15:33 WIB

suarominang,id, Batam - Seekor beruang madu kembali terlihat berkeliaran di kawasan wisata Kelok 44, tepatnya di Kelok 35, Nagari Matua Mudiak, Kecamatan Matua. Kemunculan hewan liar ini pada hari ini (1/5) sekitar pukul 10.00 WIB, mengejutkan warga sekitar dan para wisatawan yang sedang menikmati keindahan panorama Kelok 44.

Menurut keterangan salah satu warga, Erizal, ia melihat beruang madu tersebut saat sedang berada di sawahnya. Beruang itu terlihat mondar-mandir di sekitar sawah dan sempat mendekati pemukiman warga. Erizal yang merasa ketakutan langsung menghindar dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak terkait.

Petugas dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam segera menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga. Tim BKSDA kemudian melakukan upaya untuk mengamankan beruang madu tersebut dengan memasang kandang jebak.

"Saat ini tim BKSDA masih berada di lokasi untuk memantau situasi dan memasang kandang jebak. Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan tidak mendekati beruang madu tersebut," ujar Kepala BKSDA Resor Agam, Ade Putra.

Kemunculan beruang madu di Kelok 44 ini bukan yang pertama kali terjadi. Pada bulan Oktober 2020 dan Januari 2021, beruang madu juga pernah terlihat di kawasan tersebut. Hal ini diindikasikan adanya potensi konflik antara manusia dan satwa liar di wilayah tersebut.

BKSDA menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang makanan sembarangan, karena hal tersebut dapat menarik beruang madu untuk mendekati pemukiman warga.

Masyarakat juga diimbau untuk segera melapor kepada BKSDA jika melihat beruang madu di sekitar pemukiman.

Berikut beberapa tips untuk menghindari konflik dengan beruang madu:

Jangan mendekati atau mengganggu beruang madu.
Jika bertemu beruang madu, jagalah jarak dan jangan panik.
Hindari kontak mata dengan beruang madu.
Jika beruang madu mendekati, buatlah suara keras dan tunjukkan benda besar untuk menakut-nakutinya.
Segera tinggalkan area tersebut dan laporkan kepada BKSDA.
Dengan meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan, diharapkan konflik antara manusia dan satwa liar di Kelok 44 dapat diminimalisir.

Editor: Rizaldi Chan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

Terpopuler

X