Rabu, 3 Juni 2026

Pusat Hilirisasi Timah Global Di Bangun Di Batam, Telan Investasi Rp. 1.2 Trilium

Photo Author
Fred, SuaroMinang.co
- Kamis, 30 Januari 2025 | 02:52 WIB


suarominang.co – Kota Batam kembali menjadi pusat perhatian dengan dimulainya proyek hilirisasi timah berskala global. Pada Jumat (24/1), Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, meresmikan groundbreaking proyek besar ini, menandai langkah strategis dalam pengolahan sumber daya alam nasional.

Proyek ini mencakup pembangunan fasilitas produksi tin chemical oleh PT Batam Timah Sinergi (BTS) serta tin solder oleh PT Tri Charislink Indoasia (TCI), dua perusahaan di bawah naungan PT Cipta Persada Mulia (CPM). Dengan nilai investasi tahap awal sebesar Rp 1,2 triliun, fasilitas ini dirancang menjadi salah satu pusat hilirisasi timah terbesar di dunia.

Menurut Todotua Pasaribu, proyek ini merupakan tonggak penting dalam transformasi industri timah Indonesia. “Hilirisasi bukan hanya soal meningkatkan nilai tambah produk, tetapi juga menciptakan daya saing industri nasional di pasar global,” ujarnya dalam pernyataan resmi pada Sabtu (25/1).

PT Cipta Persada Mulia memainkan peran strategis dalam rantai pasok industri timah, mulai dari eksplorasi bijih timah hingga produksi tin ingot. Produk tin ingot yang dihasilkan akan diolah lebih lanjut oleh BTS menjadi tin chemical dan oleh TCI menjadi tin solder serta tin heat stabilizer.

Saat ini, proyek BTS telah memasuki tahap persiapan lahan konstruksi, sementara TCI sudah dalam tahap commissioning dan siap beroperasi penuh. Keberadaan proyek ini selaras dengan Roadmap Hilirisasi Nasional yang menargetkan Indonesia sebagai produsen timah terbesar kedua di dunia pada 2045.

Selain memperkuat industri dalam negeri, proyek ini berpotensi menciptakan ribuan lapangan kerja baru dan memperluas ekosistem industri di Kepulauan Riau. Keunggulan geografis Batam yang dekat dengan jalur perdagangan internasional, ditambah dengan infrastruktur logistik yang baik, semakin mendukung daya saing ekspor produk hilirisasi timah Indonesia di pasar global.

“Indonesia memiliki cadangan timah terbesar kedua di dunia. Dengan hilirisasi yang tepat, kita bisa memastikan komoditas ini memberikan manfaat ekonomi maksimal bagi negara, bukan hanya sebagai bahan mentah, tetapi sebagai produk berkelas dunia,” tutup Todotua.

Pembangunan proyek ini juga menjadi bagian dari upaya pemerataan industri ke luar Pulau Jawa, memastikan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di berbagai wilayah Indonesia.





Sumber : detik.com










Editor: Fred

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

Terpopuler

X