Rabu, 3 Juni 2026

Bill Gates Soroti Dampak Minyak Sawit dan Perubahan Iklim, Indonesia Jadi Perhatian Dunia

Photo Author
Nald, SuaroMinang.co
- Minggu, 2 Februari 2025 | 07:58 WIB

Jakarta, suarominang.co – Pendiri Microsoft, Bill Gates, kembali mengangkat isu perubahan iklim yang semakin mengkhawatirkan. Dalam blog pribadinya yang dipublikasikan Februari lalu, Gates mengungkapkan bahwa aktivitas manusia di Bumi menghasilkan 51 miliar ton gas rumah kaca setiap tahun, dengan 7% di antaranya berasal dari produksi lemak hewani dan nabati.

Gates menekankan pentingnya mencari solusi untuk mengurangi emisi tanpa mengorbankan kebutuhan manusia akan lemak. Salah satu solusi yang tengah dikembangkan adalah produksi lemak sintetis melalui proses pemanfaatan karbon dioksida dan hidrogen, seperti yang dilakukan startup 'Savor'.

Selain itu, Gates juga menyoroti peran minyak sawit dalam perubahan iklim global. Ia menjelaskan bahwa minyak sawit merupakan lemak nabati paling banyak dikonsumsi di dunia, ditemukan dalam berbagai produk makanan dan non-makanan. Namun, metode produksinya berdampak besar terhadap lingkungan, terutama di negara-negara penghasil utama seperti Indonesia dan Malaysia.

Konversi lahan hutan menjadi perkebunan sawit menyebabkan deforestasi besar-besaran, yang pada 2018 berkontribusi terhadap 1,4% emisi global—lebih tinggi dibandingkan total emisi seluruh negara bagian California dan hampir setara dengan emisi industri penerbangan global.

Gates mengakui bahwa minyak sawit sulit tergantikan karena sifatnya yang murah, serbaguna, dan memiliki komposisi lemak yang unik. Meski begitu, upaya menggantikan minyak sawit sedang dilakukan, salah satunya oleh perusahaan C16 Biosciences, yang mengembangkan alternatif berbasis mikroba tanpa emisi karbon.

Dengan meningkatnya inovasi di sektor ini, Gates berharap dunia bisa menemukan solusi yang lebih ramah lingkungan tanpa harus mengorbankan kebutuhan industri dan konsumsi masyarakat. Indonesia sebagai salah satu produsen terbesar minyak sawit kini menjadi pusat perhatian dalam upaya mengatasi dampak perubahan iklim global.

Editor: Nald

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

Terpopuler

X