Rabu, 3 Juni 2026

Muzakir Manaf, dari Panglima GAM hingga Gubernur Aceh 2025: Perjalanan Panjang Sang Pemimpin

Photo Author
Nald, SuaroMinang.co
- Senin, 24 Februari 2025 | 03:55 WIB

suarominang.co – Muzakir Manaf kembali mencatatkan namanya dalam sejarah Aceh. Setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Gubernur Aceh (2012-2017), kini ia resmi menjabat sebagai Gubernur Aceh periode 2025-2030. Perjalanannya menuju kursi tertinggi di Aceh bukanlah sesuatu yang instan. Dari seorang pejuang hingga menjadi pemimpin rakyat, Muzakir Manaf telah melalui berbagai lika-liku kehidupan yang penuh tantangan.

Perjalanan dari Pejuang hingga Politisi

Lahir di Seunuddon, Aceh Utara, pada 3 April 1964, Muzakir Manaf—yang akrab disapa Mualem—memulai kiprahnya sebagai pejuang dalam Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Ia bergabung dengan GAM pada 1986 dan menerima pelatihan militer di Libya. Selama bertahun-tahun, ia menjadi salah satu tokoh sentral dalam perjuangan Aceh sebelum akhirnya perdamaian dengan pemerintah Indonesia tercapai melalui Perjanjian Helsinki pada 2005.

Setelah damai ditegakkan, Mualem bertransformasi menjadi seorang politisi. Ia mendirikan Partai Aceh pada 2007 dan menjadi sosok kunci dalam politik lokal. Pada 2012, ia terpilih sebagai Wakil Gubernur Aceh mendampingi Zaini Abdullah, menandai awal kiprahnya di pemerintahan.

Kemenangan di Pilgub Aceh 2024

Dalam Pilkada Aceh 2024, Muzakir Manaf maju sebagai calon gubernur berpasangan dengan Fadhlullah. Dengan dukungan besar dari Partai Aceh dan jaringan loyalisnya, pasangan ini berhasil meraih 53,27% suara, mengalahkan kandidat lain yang juga berambisi memimpin Aceh.

Pelantikannya sebagai Gubernur Aceh pada 12 Februari 2025 menjadi momen penting yang dihadiri berbagai tokoh nasional dan masyarakat Aceh. Dalam pidato pertamanya, ia menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Aceh melalui berbagai kebijakan pro-rakyat.

Arah Kepemimpinan Muzakir Manaf

Sebagai gubernur, Muzakir Manaf berfokus pada penguatan ekonomi lokal, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satu kebijakan kontroversial yang langsung mencuri perhatian adalah rencananya untuk menghapus sistem barcode di SPBU, yang menurutnya terlalu membebani masyarakat.

Di luar politik, Mualem juga dikenal sebagai salah satu tokoh dengan kekayaan yang cukup besar. Berdasarkan laporan terbaru, total hartanya mencapai Rp 48 miliar. Hal ini mencerminkan kesuksesannya tidak hanya dalam politik, tetapi juga dalam dunia bisnis.

Kini, semua mata tertuju pada Muzakir Manaf. Akankah ia mampu membawa Aceh menuju kemajuan yang lebih baik? Hanya waktu yang akan menjawabnya.

Editor: Nald

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Terpopuler

X