Rabu, 3 Juni 2026

BJ Habibie dan Strategi Jitu Menyelamatkan Rupiah dari Krisis 1998

Photo Author
Nald, SuaroMinang.co
- Senin, 3 Maret 2025 | 08:50 WIB

suarominang.co ,Jakarta, – Indonesia pernah mengalami krisis ekonomi yang menghantam nilai tukar rupiah hingga mencapai Rp16.800 per dolar AS pada tahun 1998. Krisis ini mengguncang stabilitas nasional dan berujung pada kejatuhan Presiden Soeharto setelah 32 tahun berkuasa.

Di tengah ketidakpastian tersebut, kepemimpinan BJ Habibie yang awalnya diragukan justru mampu membalikkan keadaan. Dalam waktu singkat, rupiah menguat drastis hingga mencapai Rp6.550 per dolar AS. Keberhasilannya bukan sekadar kebetulan, melainkan hasil dari kebijakan ekonomi yang tepat dan terukur.

1. Reformasi Perbankan yang Fundamental

Pada masa Orde Baru, banyak bank berdiri tanpa manajemen yang kuat, sehingga ketika krisis terjadi, banyak yang kolaps. Nasabah pun panik dan menarik dana besar-besaran. Habibie segera bertindak dengan melakukan restrukturisasi perbankan, termasuk menggabungkan empat bank pemerintah menjadi Bank Mandiri serta memperkuat independensi Bank Indonesia melalui UU No. 23 Tahun 1999.

2. Kebijakan Moneter yang Ketat dan Tepat Sasaran

Untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan, Habibie menerbitkan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dengan bunga tinggi. Langkah ini berhasil menarik kembali dana masyarakat ke perbankan, mengurangi peredaran uang, dan menstabilkan nilai tukar rupiah. Hasilnya, suku bunga yang semula mencapai 60% turun drastis ke belasan persen.

3. Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok

Habibie memahami bahwa stabilitas harga bahan pokok sangat penting bagi masyarakat. Oleh karena itu, ia menahan kenaikan harga BBM dan listrik meskipun di tengah krisis. Kebijakan ini menjaga daya beli rakyat dan mencegah inflasi yang lebih parah.

Keberanian dan kebijakan strategis Habibie dalam mengatasi krisis membuktikan bahwa kepemimpinan yang visioner dapat mengubah keadaan. Meski hanya menjabat selama 1,5 tahun, warisan ekonominya tetap menjadi pelajaran berharga bagi bangsa Indonesia.

Sumber: CNBC Indonesia

Editor: Nald

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Terpopuler

X